
Kabar itu begitu singkat tersurat dalam satu kalimat yang terdiri dari tiga suku kata: "Nduk, mbahe meninggal". Ianya terkirim via sms pukul 5 pagi hari ini tanggal 11 oktober 2009. Innalillahi wa innalillahi rojiuunn...
Terkenang percakapan dengan beliau saat aku menemuinya sewaktu aku mudik dua bulan yang lalu, nenek menangis seperti anak kecil karena tidak diijinkan untuk menjemputku di bandara.
"Mbakyumu kuwi nakal kok, aku mau isuk wes adus wis salin tapi kok gak oleh melu mapak kowe. Aku pengin weruh kowe mudhun saka montor mabur," katanya sambil sesenggukan. Kami tertawa mendengarnya. Usianya sudah 90 tahun lebih(kami tak tahu usia sesungguhnya) sifatnya menjadi kekanak-kanakan dan manja. Saat itu nenek sedang sakit sehingga mbakku tidak mengijinkannya untuk ikut menjemputku. Innalillahi wa innalillahi rojiuunn...dariNya kembali padaNya, berusaha untuk mengikhlaskan kepergiannya, semoga nenekku di terima di sisiNya. Amiiinn...



