Tak Netral, Ada Apa dengan SBY?

Pada awalnya saya merasa salut untuk yang pertama kalinya kepada SBY. Pasalnya SBY bersikap netral terhadap pasangan capres-cawapres. Dia tidak memihak. Tidakpun ada indikasi dia untuk memihak, kendati itu bukan mustahil. Apalah yang tak mungkin di dunia politik? Lha udang busuk saja bisa dibuat menjadi trasi kok.

Hingga ada kabar ini, bahwa SBY menyatakan dukungannya terhadap pasangan capres-cawapres nomer urut satu. Lalu DPP Partai Demokrat (yang kendali penuhnya dipegang oleh SBY) memutuskan dan menginstruksikan seluruh pengurus DPP, DPD, DPC, kader-kader Demokrat, seluruh simpatisan, serta sayap organisasi Partai Demokrat, untuk mendukung Prabowo-Hatta. What the hell is going on here, Mister Presiden?

Selagi sedang berhalangan berpuasa, biarlah saya keluarkan uneg-uneg kepala saya.

Century dan Hambalang adalah dua kasus never ending yang mungkin akan menjadi bumerang bagi SBY dan keluarga bila Jokowi menang. Pasalnya capres nomer urut dua ini berkomitmen untuk memperkuat KPK dan memberantas korupsi. Kasus Akil Mochtar, yang divonis penjara seumur hidup, bukankah sebuah tanda menguatnya KPK? Lha kalau diperkuat lagi bagaimana?

Sedang capres nomer urut satu dengan Hatta Rajasa sebagai cawapresnya mungkin bisa dijadikan sebagai tameng. Toh, terbukti hukum itu tumpul ke atas pada anak Hatta Rajasa. Sedang persepsi dan indikasi tentang keterlibatan Prabowo dalam isu HAM saja tak ada gaungnya. Hanya gema saja, gema dari opini publik yang digiring ke situ, tak ada itikad pengusutan. 1998-2014 bukan waktu yang singkat kalau benar-benar mau mengusut, nyatanya tidak.

So, welcome to the safe landing, Mister Presiden.
 
Kalau ada kubu yang menyatakan kuatnya JOkowi effect ditentang dengan pernyataan Jokowi effect itu hanya pepesan kosong, mungkin inilah salah satu pembuktiannya. Dukungan Demokrat ke capres pertama menambah barisan elite di kubu garuda merah. Sedang di seberang sana, di kubu Revolusi mental, berkumpul barisan enggak elite-elite amat, orang kampung, seniman jalanan, anak-anak muda dan sebagainya. 

Ini menarik sekali. Berubahnya pikiran SBY tentu didasari pada banyak fakta, survey salah satunya. Kalau dalam survey yang dipercaya oleh SBY tersebut menyatakan kemungkinan kemenangan capres nomer urut satu ya amanlah. Soalnya kalau capres nomer dua kalah toh sudah biasa, ya kan? Tahun 2004 dulu contohnya. Toh aman-aman saja khan? Megawati gagal nyapres toh tidak ada huru-hara kan?

Pertanyaan saya sekarang: "How are you, Mister Ruhut Sitompul?"


9 komentar :

  1. Ternyata msh ada yg ingat dgn prabowo dan isu pelanggaran HAM yg dilakukannya..,syukur2...sy pikir sudah pada lupa...keep posting mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anda salah tangkap. Saya tak menulis kalau Prabowo terlibat pelanggaran HAM. Faktanya memang Prabowo dikeluarkan, tapi tentang pelanggaran HAM (dari yang saya lihat per-lima tahunan) adalah sebuah opini, persepsi, asumsi. Mungkin juga indikasi (?) Saya menyimpulkan itu dari referensi di internet dari beberapa sumber. Masalahnya kalau itu sebuah indikasi pelanggaran HAM, kok gak diusut?

      Hapus
  2. Dia harus cari aman. Soalnya kalo sampek Jokowi berhasil jadi RI-1, siap-siap Partai Demokrat jungkir balik dengan tuduhan korup sana-sini. Siapa coba yang bisa melindungi kalo bukan dirinya sendiri?

    Kurasa Ruhut tidak akan beri tahu siapapun tentang siapa yang akan dia coblos di dalam bilik suara. Bahwa Ruhut berkoar-koar mendukung Jokowi, kurasa dia perlu melakukannya juga untuk cari simpati.

    Manusia.

    BalasHapus
  3. Demi mendapatkan jawabannya, mungkin butuh membaca artikel ini juga Rie => http://indonesiana.tempo.co/read/17921/2014/06/21/pencariilmuseumurhidup/keterkaitan-antara-militer-mafia-perminyakan-dan-akun-akun-penyebar-kebohongan

    Mari berpikir jernih
    Ada apa dengan siapa yang merapat kemana...

    Lalu bagaimana dengan kita...

    BalasHapus
  4. Aq rha ngomong prabowo kuwi pasti melakukan pelanggaran HAM mbak yu..tp ada isu..dan aq sbg warga tentu pengen tau..crito sing bener-e yo opo??

    BalasHapus
  5. Mungkin SBY cari aman, begitu juga dengan barisan pendukung yg lain. Nek gak dadi iso kalang kabut kabeh kui :))

    Oia mbak rie, dulu sudah saya aktifkan domain babungeblog.com buat sampeyan, jadi mau dipakai apa enggak? :)

    BalasHapus
  6. TERSERAHLAH SIAPAPUN PRESIDEN NYA GAK NGARUH BUAT SAYA, ITU HANYA BERPENGARUH DIKOALISINYA, DIPARTAINYA, DIKELUARGANYA DAN DI KEPENTINGANNYA MEREKA. TITIK !!!

    BalasHapus

Matur suwun wis gelem melu umuk...