Pada acara "A Taste of Culture" yang di adakan di Small World Kindergarten(sekolah TK Katelyn), semua anak memakai baju yang mewakili negara asalnya. Nicole dengan pakaian putri di jaman dinasti Tang(China), Edwina dengan kostum koala(Australia), Tong En dengan kostum Gaoshan(Taiwan), sedang Katelyn dan beberapa teman yang lainnya memakai pakaian China kebanyakan.
Ratusan jepret foto beserta rekaman video mereka telah aku ambil dan aku jengah. Di sana akulah satu-satunya pembantu atau babu di tengah-tengah para guru, anak-anak dan orang tua mereka, bosku berhalangan hadir.
Maaf, bukan aku hendak memberitakan tentang jalannya sebuah acara kanak-kanak dengan iringan lagu Twinkle Twinkle Little Star dan Haleluyyah yang membosankan, melainkan suatu hal lain yang menyinggung kepedulianku pada Indonesia(kalau tak boleh di bilang nasionalis).
Adalah Edward dan Emma yang kemudian menarik perhatianku, kostum yang mereka kenakan membuat pikiranku berloncatan dan percakapan singkatku dengan merekapun menjadikan renunganku di hari itu.
"Hi Edward, Emma! Nice costume," kataku pada mereka.
"Thank you. I'm Superman, you see," kata Edward.
"Yeah, and I am Wonder Women," kata Emma.
"I see. But why are you wearing these costumes?
"Cos they are hero, American Hero!" jawab mereka hampir serentak.
Seketika aku merasa telah salah kostum, melihat saat itu aku memakai celana jeans dan kaos warna biru, keduanya tidak mencerminkan Indonesia ataupun hero/pahlawan dari Indonesia. Detik itu juga aku membayangkan memakai kebaya ala Kartini atau kain merah putih yang melilit minim seperti peragawati, detik selanjutnya aku menyalahkan bayangan pertamaku tadi kemudian menggantikannya dengan sebuah sosok lain yang lebih pantas di sebut sebagai pahlawan untuk saat ini dan aku tersedak. Pilihannya banyak, namun aku belum yakin kalau mereka pantas aku pilih.
Bukan lantaran mereka tak mempunyai kekuatan super seperti halnya Superman ataupun Wonder Women, terbang tanpa sayap dengan keyakinan mantap, bukan.
Tapi karena mereka(pahlawan Indonesia) terlalu fasih menyanyikan lagu "Hero" daripada lagu "Kulihat Ibu Pertiwi" :I can be your hero, baby.
mendadak menjadi proffesional singer setara Enrique Iglesias, menyanyikan politik umuk dan menjanjikan multiple orgasme. bah!
I can kiss away the pain.
I will stand by you forever.
You can take my breath away.(enrique iglesias)
Telah banyak fakta yang melenceng jauh dari janji para (katanya)pahlawan praja. Entah karena mereka telah dengan suksesnya mengubah kita menjadi gedibal yang bodoh ataupun mereka yang membodohkan diri sendiri. Keduanya adalah sangat mungkin.
Tingkat kemiskinan yang di kabarkan menurun(seperti dalam pidato SBY dalam sidang paripurna di gedung DPR/MPR) sangat ironis dengan fakta perebutan BLT dan atau perebutan zakat di pasuruan atau bahkan lebih ironis lagi bila di bandingkan dengan jumlah kekayaan yang menculek mata dari para penggede yang berebutan simpati dan kursi di atas punggung-punggung tak berdaging rakyatnya. Pengupayaan perbaikan ekonomi rakyat dengan memperbanyak pengiriman TKI ke luar negeri yang tidak di ikuti dengan pengakuan hak dan perlindungan yang layak adalah hal lumrah yang merupakan warisan dari generasi ke generasi kepemimpinan. Atau ingin bukti ketimpangan dan pelencengan yang lain?
Oh...mungkin Bonnie Tyler dengan "I need a hero" akan menjadi cocok untuk menggantikan lagu "Indonesia Raya"I need a hero.
I'm holding out for a hero 'til the morning light.
He's gotta be sure
and it's gotta be soon
And he's gotta be larger than life!(Bonnie Tyler)
Sembari mengurut dada yang berkotang 32 D(cuilik men, hiks..), aku mempunyai sebuah pertanyaan yang di akhiri dengan sebuah tanda tanya yang amat sangat besar sekali:
Bila para penggede dan (katanya)pahlawan bangsa menggunakan kuasa dan kekuasaannya melenceng jauh dari janji dan tujuan semula, apakah kita siap dengan kemungkinan yang terparah? ![]()
Dengan kepala pusing, bersin-bersin, batuk, hidung tersumbat, ingusan, radang tenggorokan, sariawan dan demam yang datang pada satu waktu, aku merasakan dirikulah pemilik dari 8 keajaiban dunia.
Selama sebulan blog ini tak tersentuh, karena flu datang dan pergi dan datang lagi, hingga saat aku menuliskan postingan ini ianyapun belum sepenuhnya pergi.
4 kali kencan dengan dokter membuatku menangis. Bukan karena kuitansi yang harus kubayar(khan ada asuransi) tetapi karena oleh-oleh yang di berikan sang Dokter berupa obat warna-warni dan aneka macam. Aku takut minum obat. Bayangkan, dengan 1 gelas air baru aku bisa menelan 1 biji obat, sedangkan setidaknya ada 5-6 biji obat yang harus kutelan, berarti....6 gelas??!! Oh tidaaaakkkkk...!!
Pergantian cuaca di Hongkong membuatku sakit, di tambah dengan pekerjaan yang semakin padat hingga larut jam 11.30 malam baru terselesaikan. Masihpun memaksakan diri untuk membuka internet ataupun membantu beberapa teman menginstall netbook atau memindahkan foto dari memory card ke CD. Tenagaku benar-benar terforsir melampaui kemampuanku. Dan kalau flu ini kudapatkan, inilah akibat dari tidak menghormati dan mengerti kebutuhan jasmani diri sendiri, setimpal.
Ada beberapa kenangan unik selama aku flu. Ketika aku di haruskan memakai masker(karena bersin dan batuk) yang tampak hanyalah dua butir mataku yang memerah dan berkaca-kaca membuat orang di sekelilingku takut. Apalagi saat ini sedang ramai-ramainya swine flu/flu babi. Itu membuatku kesulitan untuk bertanya ketika aku tersesat jalan atau bingung, tiada sesiapapun yang mau menjawab pertanyaanku, itu susahnya.
Tapi akulah raja di MTR(kereta bawah tanah) karena tidak ada orang yang berani mendekatiku aku bisa duduk dengan leluasa, 6 deret kursi hanya milikku. Hal ini menelurkan ide yang cemerlang bagiku. Kebiasaan burukku sampai saat ini adalah memakai masker di MTR dan pura-pura batuk hingga semua orang menghindar dariku dan aku bisa menguasai banyak kursi, hehehe...
......
Sayang sekali aku terlewatkan beberapa momen penting yang bisa dijadikan tulisan menarik(setidaknya bagiku) untuk di renungkan...
Ada pesta budaya di Hongkong, hari buruh, hari ibu, penipuan terhadap TKW, gonjang-ganjing kenaikan upah TKW lokal dan migran, caleg...dan banyak lagi. Hopefully I can catch up with other news/story soon... Happy blogging to you and meself....!!![]()
klik sini untuk selengkapnya....
Lima buah netbook Lenovo S9 aku bawa dengan perasaan riang. Berat tubuhku seolah seperti kapas, melayang ringan hampir tak berbobot. Terbang bersama debu-debu di sepanjang Great George Street setelah semenit yang lalu turun dari sebuah mall yaitu Windsor House yang berada di Causewaybay. Sedemikian ringan hingga membuaiku sendiri dalam bayangan antara dolar hongkong dan rupiah Indonesia.
Aku merasa terbang meninggi dan semakin tinggi hingga menyentuh awan-awan yang lembut. Setiap satu langkah seperti satu lompatan indah menuju awan putih yang lain. Namun mendadak sudah tak ada awan putih lagi di hadapanku dan langkahkupun terhenti total. Dua awan hitam diam menghadangku. Dan tiba-tiba saja sebuah kilat menyambarku.
"Lei keh sanfencing a, emkoi!" kata seorang polisi.
"Your ID card, please!" kata polisi satunya lagi.
Awan hitam itu menjelma sebagai dua orang polisi yang tinggi tegap berseragam biru. Dengan pistol menggantung di samping kanan pinggangnya. Tak ada tanda-tanda bahwa mereka marah kepadaku namun tak ada juga tanda-tanda bahwa mereka ramah. Wajahnya begitu datar, ekspresi yang terlihat adalah keseriusan akan pekerjaan yang mereka jalankan.
"Siuce, san fencing a emkoi! Your ID card!" kata polisi pertama lagi, nadanya meninggi.
"Sanfencing? ID card?" bathinku. Mengapa mereka meminta KTP Hongkongku? Apa kira-kira kesalahanku? Apakah aku mencurigakan?
Kuletakkan dua tas yang berisikan netbook tersebut kemudian mengambil Ktp yang tersimpan di dompet yang menggantung di leherku. Kuserahkan kepada mereka dengan sebuah pertanyaan, "Why? Did I do something wrong? Ngo yau me cho cek(Apa aku berbuat salah?)?"
"Mo ye lah, ngotei check ha kamma(Tak ada apa-apa, kami hanya ngecek saja)" kata polisi pertama.
"Lei come ling kemto ko netbook keh?(Mengapa kamu membawa banyak netbook?)" tanya polisi kedua.
Aku berpikir sejenak, kalau aku salah memberi jawaban, saat itu juga mereka akan membawaku ke kantor polisi di interogerasi untuk kemudian di laporkan ke Imigrasi, sedangkan 20 menit lagi aku sudah harus berada di tempat les Mandarin Katelyn, jam 11 les Mandarinnya selesai. Saat itu jam 10. 40.
Hari itu kebetulan adalah jadwal les Mandarin Katelyn. Biasanya aku menunggunya di hingga selesai les. Pikirku daripada aku menunggu selama satu jam lima belas menit di sana, lebih baik aku menuju ke Computer center di mall Windsor House untuk mengambil pesananku(5 buah lenovo S9), yang aku pesan secara online seminggu yang lalu yang sebenarnya tinggal menunggu kurir untuk mengantarkannya. Dan, ah aku sudah tak sabar menunggu kurir sehingga hari itu aku berinisiatif untuk mengambilnya sendiri. Toh hanya netbook saja, masing-masing hanya 1,2 kg saja, pasti tak berat, pikirku.
Seminggu sebelumnya aku mendapat kabar dari bos bahwa di mall Windsor House ada netbook kosong(tanpa hardisk) yang di jual murah. Selang beberapa jam kemudian beberapa sms segera aku kirimkan kepada teman-temanku, dan ketika aku mengajak Kateln untuk bermain di tamanpun aku sempat bercerita tentang netbook tersebut kepada kawan-kawanku di sana. Singkat kata mereka tertarik dan menyuruhku untuk memesan, membeli sekaligus menginstall windows beserta beberapa aplikasi lainnya untuk kemudian mereka memberiku upah atas susah payahku. Aku setuju, pikirku inilah yang di sebut simbiosis mutualisme yang sebenarnya, kami sama-sama beruntung. Mereka bisa mendapat netbook dengan harga jauh lebih murah sedangkan aku bisa mendapat upah, adil bukan?Menginstall tak membutuhkan waktu lama, hanya satu jam untuk satu netbook dan upahnya lebih banyak daripada saat aku mencoba menjual nasi bungkus keliling di Victoria Park kemarin hari. Kemarin hari waktu liburku aku mencoba menjual beberapa nasi bungkus keliling lapangan Victoria(hanya penasaran saja pengin nyoba seperti mbak-mbak yang lain). Mungkin karena aku tak berjiwa dagang atau mungkin karena wajahku tak meyakinkan dan suaraku saat meneriakkan tawaran nasi bungkus tak selantang mbak-mbak yang lain atau mungkin karena terlalu banyak penjual nasi bungkus hari itu sehingga setelah berjalan keliling selama 3 jam baru 20 nasi bungkus tersebut habis. Dan uang yang kudapatpun tak sebanding dengan capek di kakiku dan suara serakku.
Dan di banding dengan uang yang kudapat saat aku mengamen cara baru di Victoria park, yang semakin hari semakin menurun peminatnya, menginstall komputer ini lebih mengasyikkan. Taukah apa artinya mengamen cara baru tersebut? Begini, ku download iTune di laptopku(laptop pinjeman dari bos) kemudian meminjam CD dari teman dan perpustakaan Hongkong untuk di convert ke MP3(go n try it!!!). Berbekal seabrek lagu di laptop pinjeman tersebut, maka aku duduk manis dengan menggelar plastik di Victoria Park dan menawarkan bantuan untuk mentransfer lagu ke MP3 atau Hp teman-teman(tkw) yang lalu lalang di hari libur tersebut dengan mematok harga murah 40 sen perlagu. Minggu pertama, kedua dan ketiga berjalan sempurna, namun dengan semakin pandainya mereka(tkw) juga semakin up to date-nya HP mereka(bluetooth) maka semakin menurun pula pendapatanku dari mengamen cara baru tersebut.
"Siuce, lei mei tap ngo. Timkai lei ling kemto ko netbook keh?(Nona kamu belum menjawabku. Mengapa kamu membawa banyak netbook?)" tanya polisi kedua lagi.
"Timkai? Mengapa? Yanwai ngo lopan kiu lo. Bosku nyuruh saya mengambil netbook ini. Sekarang bolehkah saya pergi karena saya harus menjemput momongan saya jam 11," kataku. Aku cemas karena kudengar polisi pertama menelpon petugas imigrasi. Namaku di sebut-sebut, dia(polisi pertama) juga menanyakan perihal aku kepada petugas imigrasi dan saat itu menit demi menitpun berlalu tanpa aku bisa berbuat apa-apa.
"Pak, bolehkah saya pergi sekarang? Momongan saya sudah hampir keluar dari lesnya. Kalau dia tidak melihat saya di sana pasti dia akan berteriak-teriak mengangis," kataku padanya.
"Tang tang a. Lei ke bosi number leh?(tunggu. Nomer telpon bosmu mana?)" tanya polisi kedua.
Aku semakin gelisah. Saat itu tak seharusnya aku klayapan. Seharusnya aku duduk manis menunggu Katelyn keluar dari lesnya. Dan kalau aku menelpon bos dan mengatakan kalau polisi menghadangku sedangkan ada lima buah lenovo S9 bersamaku apa kata mereka nanti, pikirku.
Nekat, serta merta ku dial nomer telpon bos. Kukatakan padanya kalau dua orang polisi menghadangku dan mereka mencurigaiku karena aku membawa lima buah lenovo S9. Beruntung bos pengertian, karena sewaktu aku memesan netbook kemarin mereka mengetahuinya, dan merekalah juga yang meminjamiku beberapa soft ware.
Polisi pertama bercakap-cakap dengan bosku. Dalam bahasa kantonis fasih yang tidak aku kuasai sepenuhnya. Dan kemudian menutup pembicaraan, menyerahkan hpku kemudian mengucap terimakasih dan maaf karena telah mengganggu tugasku. Aku lega. Segera saja aku setengah berlari menuju tempat les Katelyn. Baru beberapa menit sebelum sampai aku di tempat les Katelyn aku dikejutkan lagi oleh dering HP ku. Mr. Wong, demikian tertera pada layar Hp ku.
"Cece, we will talk about it tonight," katanya tegas. Oh ya pasti, beberapa wejangan akan didendangkan oleh sang bos. Duh...
Ada 19 netbook lenovo S9 yang berhasil aku install(sekarang sudah ga ada stok lagi, hiks..), untuk kemudian aku bisa memiliki netbook sendiri(membeli netbook lenovo S10) tanpa mengurangi gajiku. O iya, pernah juga mencoba menginstall Mac(macintosh) ke lenovo S9 dan berhasil. Ada yang mau coba?![]()
SK Presiden RI (Ir. Soekarno) No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964 tentang penetapan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional dan hari lahirnya (21 April) dijadikan sebagai peringatan hari besar/hari nasional.
Adalah penghargaan tinggi oleh wanita tinggi(drajatnya) seperti Kartini, yang lahir dari kalangan ningrat dengan kemudahan dan keberuntungan yang di perolehnya lebih dari wanita pada jamannya.
Ketika seorang wanita diamuk gelisah(gelisah dengan sistem yg tak adil dan menciptakan jurang kaya-miskin yg lebar) dan ketika seorang itu adalah Kartini, seorang anak bupati Jepara yang jiwa nasionalisnya terbukti sekaligus teruji sekaligus mempunyai rasa cinta dan pengertian terhadap kemajuan(pendidikan) putrinya, maka tak heran pengaruh yang di timbulkannya sedemikian hebat. Pemikirannya(pemikiran Kartini) yang kritis sampai saat inipun masih relevan.
105 pucuk surat, catatan harian Kartini, sebuah sajak, dan sebuah Nota tentang pendidikan dan pengajaran, yang di maksudkan untuk dikirimkannya kepada pemerintah Belanda, seperti yang terangkum dalam buku “Door Duisternis Tot Licht” yang disusun oleh JH Abendanon yang kemudian diterjemahkan oleh Balai Pustaka, Armijn Pane yang lebih kita kenal dengan “Habis Gelap Terbitlah Terang"(yang kenyataan sebenarnya adalah habis gelap belum terang beneran), adalah bukti bahwa Kartini adalah seorang pemikir dan berkeinginan untuk mentranformasikan pemikirannya kepada orang lain.
Seandainya pada jaman Kartini dulu sudah ada Internet, saya yakin dia akan ngeblog dan menjadi selebriti blog yang kondang, melebihi nama-nama beken seperti nDara Kakung, Hakim Tea, kang Rohman, Kang Noval atau mbak Maya. Sehingga dia bisa menuangkan pemikiran, memanfaatkan teknologi komunikasi informasi untuk berinteraksi, melakukan transformasi dan memberikan inspirasi.
Dan berbicara tentang menuangkan pemikiran, siapapun juga bisa menjadi pemikir, tak hanya Kartini. Kelebihan dari Kartini adalah dia datang dari, kepada, dan pada waktu yang tepat yaitu datang dari keturunan ningrat anak bupati, kepada Nyonya Abendanon, Ovink-Soer dan Nona Zeehandelaar yang pinter dan berpengaruh, waktu agama masih belum mampu untuk meluruskan adat kuno yang kolot.
Dan oh ya, saya sudah tak sabar ingin menulis surat untuk Nyonya Abendanon, Ovink-Soer, dan Nona Zeehandelaar dan bercerita tentang polah laku para politikus "umuk" dan diskriminasi pada wanita Indonesia khususnya pada Buruh Migran Indonesia(babu), untuk kemudian di bukukan dalam mmm... mungkin, mmm... "Sudah Terang tapi masih Byar Pet", hum....
Kartini hanyalah seorang pemikir, blogger juga seorang pemikir asalkan blognya tak melulu bertemakan blog keluh kesah saja tetapi juga berupaya untuk saling berbagi, mengeluarkan ide atau opini ataupun kritik yang diharapkan bisa mendapatkan tanggapan positif sekaligus diskusi interaktif yang positif pula.
Masih terngiang celotehan terdahulu:...dalam versi saya, perayaan Kartini adalah perayaan kebangkitan wanita, sebagai tonggak atas munculnya pemikiran-pemikiran dan kesadaran untuk mensetarakan dirinya dengan laki-laki. Pemikiran-pemikiran yang menjadi arus besar yang membawa gelombang jaman dengan semangat jaman bukan menoleh pada peradaban beku yang berkebudayaan masa lalu.
Wanita Indonesia yang menjadi pahlawan adalah wanita(siapapun dia) yang bisa membawa bangsanya ataupun sesiapa pada peradaban dunia yang lebih maju bukan dikekang demi sebuah arus kebodohan atau keuntungan politik.
Mungkin kelak akan ada hari Rie Rie, hari mbak Maya, hari lady Ellen, hari ....peblogger wanita lainnya. Tidak hanya hari Kartini saja. Dan tidak hanya menandai hari kebangkitan wanita(bukan hari Kartini) dengan jarik dan kebaya saja tetapi juga dengan ngeblog.
Selamat hari kebangkitan wanita!!![]()

"We are not a nation of servants! We are not a nation of slave! We are..We are a nation of professional workers! NO RACISM, NO DISCRIMINATION!!"
Suara itu terdengar menggelegar dari seorang bernama Delia(34) pembantu rumah tangga asal Filipina. Suara-suara seruan lain yang senada juga terdengar dari pedemo yang berjumlah lebih dari 1000 orang yang berarak mengelilingi Central - Hong Kong pada minggu, 5 April 2009.
Sebuah artikel yang ditulis oleh jurnalis kenamaan Hongkong, Chip Tsao, di HK Magazine tanggal 27 maret menjadi pemicu kemarahan warga Filipina yang berada di Hongkong tersebut. Tsao dalam tulisannya yang berjudul "War At Home" telah menoreh luka yang dalam di hati warga Filipina dimanapun mereka berada, khususnya bagi para pembantu rumah tangga Filipina yang berada di Hongkong. "As a nation of servants, you don't flex your muscles at your master, from whom you earn most of your bread and butter," tulis Tsao.
Sengketa diplomatik antara Cina dan Filipina mengenai kepulauan Spratly yang diyakini mempunyai cadangan mineral dan minyak yang melimpah membakar jiwa patriotik Tsao. Tsao yang menamakan dirinya sebagai "Patriotic Chinese Man" pun telah memulangkan pembantunya yang dinilai membangkang secara terang-terangan juga diyakini sebagai musuh di dalam rumahnya. "I would have to end her employment and send her straight home, because I would not risk the crime of treason for sponsoring an enemy of the state by paying her to wash my toilet and clean my windows 16 hours a day. With that money, she would pay taxes to her Government, and they would fund a navy to invade our motherland and deeply hurt my feelings."
Kendati permintaan maaf telah disampaikan oleh Tsao juga HK magazine namun demo masih tetap di gelar, sekaligus sebagai tuntutan kepada pemerintah Hong Kong untuk memberikan dan melindungi hak-hak warga Filipina yang berada di Hongkong juga memberikan sanksi kepada mereka yang telah melakukan tindak diskriminasi.
Di lain tempat, para buruh migran Indonesiapun tak kalah gigihnya melakukan demonstrasi. Bertolak dari 3 titik yaitu lapangan rumput(Victoria Park), kolam perahu dan di depan perpustakaan Causewaybay-Hongkong, massa yang telah tergalang berkumpul di samping SOGO(sebuah departement store)-Causewaybay. Selanjutnya massa berarak menuju KJRI dengan kawalan ketat para polisi.
Massa yang adalah Aliansi BMI-HK cabut UU no. 39 yang terdiri dari 41 organisasi Buruh Migran Indonesia tersebut melakukan orasi sekaligus menyuarakan 3 tuntutan yaitu:
1. Mencabut UUPTKILN No. 39/2004.
2. Meratifikasi Konvensi PBB Tahun 1990 tentang perlindungan buruh migran dan keluarganya.
3. Melibatkan BMI dalam setiap proses pembuatan kebijakan buruh migran.
UUPTKILN(Undang-Undang Penempatan dan Perlindungan TKI ke Luar Negeri) No.39/2004 dinilai hanya menitik beratkan pada pengaturan penempatan TKI tanpa memasukkan kebijakan ataupun perlindungan kepada TKI. Sebuah UU yang di buat oleh birokrasi politik yang alih-alih sebagai pengaturan penempatan dan perlindungan TKI tetapi sebenarnya adalah usaha mengekspor TKI dengan mudah tanpa adanya pengakuan hak yang sebenarnya dan tanpa adanya perlindungan yang berarti. Ironis bukan?
Terlebih dengan adanya pesta negara yang akan di gelar besok pada tanggal 9 April(Pemilu) maka semakin tersisih bahkan terlupakan pula kondisi dan kebutuhan sebenarnya TKI.
"Ketika UUPTKILN no 39 di sahkan, ketika itu pula pemerintah melepaskan kewajiban yang seharusnya di berikan kepada TKI-nya, warganya. Dan sepenuhnya TKI di kuasai oleh PJTKI, yang kita tahu sendiri bahwa PJTKI itu hanya mau untungnya saja. Nah, devisa yang kita berikan kepada negara sekian milyar pertahun itu kemudian apa yang diberikan kepada kita?" kata Iweng di saat orasinya.
"Dan sekarang di saat pemilu sudah di ambang pintu, kenapa kok kita diuber-uber untuk memilih?" tambahnya pula.
Ingar-bingar politik di Indonesia, pemilu, perebutan kursi hingga onani, maaf, orasi di pinggir jalan sampai blusukan(kunjungan) yang tidak pernah dilakukan sebelumnya dan yang kini(terpaksa) dijalankan untuk mencari simpati masyarakat adalah pengulangan sejarah perpolitikan Indonesia. Suatu pengulangan kebodohan politik yang entah dikarenakan kurang sadarnya masyarakat(karena bodoh-kurang pendidikan & pengetahuan) atau karena kepandaian penguasa yang mampu memutarbaliktengkurapterlentangkan situasi demi keuntungan pribadi.
Di sini, revolusi adalah keharusan. Dan di sini(Hong Kong) para buruh migran asal Filipina maupun asal Indonesia memperjuangkannya. Revolusi yang kita kehendaki adalah mutlak, tak peduli meski buruh, pembantu, babu, maid, helper or whoever yang menyuarakannya. ![]()
Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT...
Sudah lama dia mendampingiku, di setiap tugas dan kelakarku. Namun sekiranya usia adalah rahasia Tuhan. Tua, muda, ianya bisa mati kapan saja.
Ada tanda-tanda kematian sebelum kecelakaan yang mengenaskan itu merenggut nyawanya, dia sering error. Kadang juga membuatku jengkel karena di saat yang amat-sangat-darurat-sekali-banget dia malah ngambek. Seperti kemarin dulu misalnya, saat aku berada di situasi genting(segenting keadaan di jalur gaza) dia malah menutup mata, entah tertidur entah pingsan. Beberapa kali aku guncang-guncangkan di udara juga termasuk memukul-mukulkannya di atas meja tetapi tetap saja dia menutup mata. Kutekan seluruh tubuhnya, kubuka bajunya...ruwet sekali, astaga!! Wait a minute!! Apa seh yang sedang di omongkan ini??
--------------Minggu tgl 23 maret'09 kemarin, sepulang dari liburku,
Tubuh yang letih dan bau keringat juga perut yang berteriak kekenyangan membawaku menuju ke satu tempat sempit berukuran 1 x 1,5 meter. Di sana, sebuah lobang berbentuk lonjong menganga di lantainya sedangkan sebuah selang tergantung tegak lurus dengan kepala menjulur kebawah.
Dalam posisi berjongkok aku telah siap. Segera saja sebuah benda berwarna kuning meluncur dengan kecepatan tinggi dan menghasilkan suara "broooottt......kecipukk" yang lumayan keras, aku lega.
Sembari menunggu peluncuran kedua, aku menelpon kakakku tercinta yang ada di Blora(ada yang tau Blora ga?)."Mbak, Halloo," kataku.
"Iya nDuk ana apa? Kabare piye?(iya dik ada apa? kabarnya gimana?)," jawab mbakku.
"Apik mbak, kabare Blora piye?(kabarnya keluarga di Blora gimana?),"
"Apik, iki mak e kangen kowe, wonge lagi ndelok....,(baik, ini emak kangen dirimu, orangnya lagi nonton...)"
"Ceceeeeeee....!! I am baaacckk! Where are you?!" teriak Katelyn begitu masuk ke dalam rumah rupanya mereka telah pulang dari dinner. Semua tiba-tiba saja, tak kudengar suara pintu yang di buka, sementara aku sedang menunaikan hajat terbesarku sambil bercakap-cakap dengan kakakku. Serta merta aku terlonjak kaget, dan dia...dia...si HP Nokia 1600 tercintaku yang adalah pemberian dari bos tercintaku, terlempar masuk kedalam lobang yang berada persis di bawah pantatku. Disana dia bertengger di atas benda busuk berwarna kuning yang baru saja aku download! Oh my God!!
"Ceceeeeeeeeee...!!" teriak Katelyn
"Here," jawabku(kebingungan, ga tau harus berbuat apa)
"Where? Are you poo-poo(baca= pu-pu =berak)?" tanya Katelyn.
"Yes," jawabku(tangan setengah terjulur kebawah ingin meraih HP, tapi tiba-tiba HP tenggelam lebih dalam, seluruh tubuhnya masuk dalam kobangan taikku, weks!)
"I got two big baloons, pink and blue. You phoo-phoo first, I will show you later okay!" teriak Katelyn lagi.
"Okay," jawabku pendek.
Alamak!! Mati aku!! HP tersayangku!! Oh no!! Oh tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkk!!
Sarung tangan! Ya sertinya itu yang kubutuhkan untuk saat ini. Dan sarung tangan ada di...dapur! Celaka! Toilet ini berada di kamar belakang, bersebelahan dengan dapur sedangkan kudengar suara bosku sedang menaruh barang-barang di dapur. Rasanya aku tak mungkin keluar dari toilet tanpa suara toilet yang telah di flusk, apa kata mereka? Dan rasanya aku ga mungkin mem-flusk toilet dengan HP tersayangku berada di dalamnya, karena kalau aku lakukan, dua hal yang akan terjadi adalah toilet mampet atau HP ku hilang, dua-duanya bukan pilihan yang bagus.
Plastik! Ya, tak ada sarung tangan plastikpun jadi, pikirku. Kebetulan keranjang plastik-plastik bekas berada di kamar belakang. Kubuka pelan-pelan pintu toilet, kumelangkah pelan-pelan menuju keranjang plastik, kuambil enam buah plastik beraneka warna dan ukuran, kemudian kembali lagi ke toilet.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tangan kananku terbungkus enam buah plastik. Dan bismillah.....kujulurkan tanganberplastikenam tersebut menerobos benda kuning busuk, air dan...yupz! Berhasil! HP ku berhasil kuraih, tapi tiba-tiba merucut(merucut itu bhs Indonesiane apa?), kembali aku bermain obok-obokan dan...yupz! Berhasil! Dengan pelan tapi pasti kuangkat naik HP tercinta tersebut, binar bahagia pastilah terpancar dari wajahku saat itu. Tapi sedetik kemudian aku di hinggapi mual yang teramat sangat. HP tercintaku telah terkontaminasi! Aku yakin bakteri-bakteri telah bersarang di dalamnya dan mungkin masa inkubasinya teramat cepat hingga membuatku mual. Kusemprot air sebanyak-banyaknya, kutuangkan sambun cair dove kemudian kusemprotkan air sebanyak-banyaknya lagi. Aku benar benar muntah tak tertahankan, di luar sana kudengar bos bertanya padaku: What happen? Are you sick? Are you Okay?"
"May be saya terserang flu," jawabku.
"Selesai mandi minum obat trus tidur! Jangan buka laptop ya, awas kamu kalau begadang sampe malam lagi!" hardik bosku.
Back to the HP tercinta pemberian dari bos tercinta, sebenarnya HP tersebut di berikan padaku untuk di pakai keperluan kerja saja, artinya hanya aku dan bos beserta keluarganya saja yang tahu nomer telfonnya. Aku sebenarnya mempunyai HP pribadi, tapi minggu tgl 15 maret yang lalu HP ku hilang, sehingga atas ide kreatifku kumasukkan simcardku kedalam HP tercinta pemberian bos tercinta tersebut. Dan kini HP tersebut mati, ya mati.
Ku taruh di atas handuk kecil kemudian kukeringkan dengan hair dryer, kupasangkan kembali tapi mati, ya mati. HP tercinta pemberian bos tercinta telah meninggal, wafat, tiada, mati! Innalillahi Wa Innalillahi Rojiuun...semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT.![]()

“No drugs No Regrets”
Tulisan No drugs no regret yang di barengi dengan gambar narkoba yang di beri tanda silang merah ini banyak ditemui terpampang di sepanjang jalan di semua district di Hongkong. Sebuah ajakan, himbauan, anjuran, saran menuju hal yang positif. Drugs, yang juga kita sebut sebagai narkoba(narkotik dan obat-obatan terlarang), belakangan ini perkembangan penggunanya kian bertambah, bukan hanya oleh warga Hongkong setempat namun juga oleh para pekerja/buruh migran yang mengadu nasibnya di sana.
Sebagian besar buruh migran yang datang dari Indonesia berprofesi sebagai wanita pembantu rumah tangga yang jumlahnya selalu meningkat setiap tahunnya akibat dari tuntutan pemenuhan kebutuhan keluarga juga GFMD(Global Forum on Migration and Development) yang dihalalanjurkan oleh pemerintah. Kelompok profesi pekerja ini berpeluang terkontaminasi oleh narkoba pada saat mereka mendapatkan cuti mingguan, karena pada hari tersebut mereka mendapatkan kesempatan penuh untuk berinteraksi bebas dengan lingkungan luar. Pada saat liburan, para buruh migran wanita ini berkumpul bersama teman-temannya, baik sesama teman dari golongan buruh migran dari Indonesia ataupun dari buruh migran non-Indonesia(berasal dari Nepal/Thailand/Srilanka/Pakistan/India dan lainnya) ataupun dengan teman yang adalah warga setempat.
Bukan rahasia lagi, adanya diskotik-diskotik yang menjamur di daerah Wanchai dan sekitarnya, yang menjadi pemasok kebutuhan tersebut. Disanalah umumnya pengenalan narkoba hingga transaksi narkoba dilakukan. Apalagi hal tersebut di tunjang dengan segala kemudahan seperti adanya diskotik yang memberi prioriti kepada buruh migran untuk memasuki diskotik tersebut berupa hak masuk gratis hingga bir gratis.
Pergaulan yang salah di barengi dengan konflik pribadi yang mungkin di miliki oleh buruh migran tersebut juga pengetahuan dan pemahaman yang minim akan bahaya dari narkoba menjadikan kompleksitas sekaligus apologi atas fakta pemakaian narkoba di kalangan buruh migran.
Di sini peran pendidikan yang memadai dan berkesinambungan bagi para buruh migran sangat diperlukan. Dan bukankah kata pak guru, terpengaruh itu lebih mudah daripada mempengaruhi?
(seorang teman bertanya padaku sejauh mana TKW/BMI-HK terpengaruh oleh narkoba dan mengapa? Aku belum mampu menjawab sejauh itu, maaf, ini hanya sekedar opini singkatku. Mungkin aku perlu belajar lebih dalam lagi sebelum menuliskannya...)![]()
Aku tenggelam dalam tangis dengan kepala basah dah tubuh yang terguncang, sedih. Menungging dengan kepala persis dibawah shower, aku benar-benar berharap untuk mendinginkan kepalaku dengan segera. Diluar sana kudengar Katelyn menangis meraung-raung.
Percakapan dengan bos semalam terngiang lagi di kepalaku. Percakapan yang sama dengan yang pernah di ucapkannya dua minggu yang lalu, sebulan yang lalu dan dua bulan yang lalu.
"She is dyslexic. Hard for us to believe this, dia masih kecil dan kami ga sesabar kamu," kata bosku.
"Apa itu dyslexic?" tanyaku bingung, sebuah kata baru yang mereka perkenalkan padaku ini benar-benar baru pertama kalinya aku dengar. Aku sama sekali tidak mempunyai gambaran tentang apa arti dari kata baru tersebut.
"She is having this problem called dyslexia. Seperti yang kamu ketahui, dia belum bisa baca alfabet sedangkan kawan-kawan seusianya sudah mulai mengeja kata perkata. Dia kesulitan menulis, selalu bingung antara huruf "b" dan "d" atau huruf "p" dan "q", jugapun dia kesulitan dalam hal penulisan angka walau dalam hal hitungan dia termasuk pandai daripada kebanyakan anak seusia dia. Cece, it will be better if only you can extend another contract, she needs you, and we trust that you love her.
"Ceceeeeeeeeeeeeeee...!!" teriak Katelyn persis di depan pintu kamar mandi bosku. Dia masih menangis tersedu-sedu, dengan secarik kertas di tangan kirinya dan pensil di tangan kanannya. Mendadak aku merasa iba padanya. Anak sekecil ini harus di bebani dengan hafalan dan tulisan yang kadang hanya menari-nari di kepalanya tak pernah hendak hinggap untuk mengisi memorinya. Hampir dua jam yang lalu aku ajarkan padanya huruf "G"(huruf G dan g) tapi dia hanya tertegun menatap kertasnya walau bagaimanapun caraku mencoba untuk menarik perhatiannya. Terakhir ketika dia mencoba menulis huruf "g" adalah angka 6(enam) yang di tuliskannya. Aku berlari untuk mendinginkan kepalaku di kamar mandi bosku dan...splashh!! Kepalaku basah. Kutarik handuk warna biru gelap yang tergantung di dalam kamar mandi bosku untuk mengeringkan rambutku sebelum kemudian aku lempar ke dalam keranjang cucian."Tolong beri aku kesabaran," doaku.
-----
Siang ini(tgl 20 maret'09 jam 11.45 AM), ketika aku siap dengan makan siang Katelyn sebelum berangkat sekolah dia mengejutkanku dengan sebuah gambar hasil karyanya beserta penjelasan mengenai gambar tersebut.
"Cece, this is you. Cece is crying and the hair is wet. You wear blue shirt and black trousers. You know, this is you, you cried in the bathroom yesterday, right?"
Aku tersentak, antara rasa haru dan tak percaya. Aku mengamat-amati gambar tersebut. Tampak terlihat seperti gambar seorang wanita dengan rambut sebahu dengan mata berwarna pink dan air mata berwarna orange, dengan tangan dan kaki menyerupai kaki ayam, dengan badan berwarna biru(itu yang di sebut dengan baju oleh Katelyn) dan kaki berwarna hitam(itu yang disebut celana panjang olehnya). Aku tertegun, terharu sekaligus malu.
"I love you," kataku.
"Why you cry yesterday? Because I cry? Am I naughty yesterday?"
"Why Cece?? Why you cry yesterday??"
"I love you," kataku.
"Because you love me and then you wash your hair and cry?" tanyanya innocent.
"No, I was not crying. It was just the shampoo got into my eyes," elakku.
"Next time you close your eyes okay?! Or use the small towel to cover your face, like me, you can use my small towel okay?! The blue one not the pink one. You like blue right?" Katelyn terus memberiku petuah, menjadikanku tertawa mendengar celotehannya. Sewaktu aku hendak mengambil foto dari gambar yang telah di buatnya itu, dia berteriak.
"Nooooo!! Don't take picture!" jeritnya seraya mencoret-coret gambar tersebut dengan crayon biru.
Sekedar sharing, ini adalah beberapa langkah yang aku terapkan untuk menarik perhatian Katelyn belajar menulis maupun mengingat-ingat sesuatu:
1. menggambar apa saja dengan pencil warna-warni dan menjelaskan tentang apa yang di gambar tersebut.
2. menyanyi, sering kali make up song(membuat nyanyian dengan kata-kata sendiri), bisa tentang apa saja
3. make up story, membuat cerita bersambung dengan melibatkan Katelyn menggunakan imajinasinya. Misalnya:
aku: ada seorang anak kecil, perempuan, bernama Sarah
Katelyn : Sarah likes to eat apple
aku: Apple? Start with letter A, ups! Apple jumps in to the porridge.
Katelyn: The porridge is in the big bowl and so hot
Aku: the bowl is blue, and has a picture in it
Katelyn: It is a butterfly.....
4. Menari, dalam gerakan menari sambil menyebutkan perintah, seperti: 2 steps to the right, shake your right shoulder, put one hand up...dll.
5. Aku suka Katelyn bertanya, rasa ingin tahunya itu sangat membantuku. Tapi kadang juga aku membalikkan pertanyaan itu, menanyakannya padanya dan membiarkan dia menjelaskan jawaban dari pertanyaannya sendiri.
6. Usahakan membuatnya happy but not too excited sebelum mengajarinya menulis
7. Sabar, sabar, sabar....gunakan feeling, inilah yang utama.
Psikiater boleh mengajariku tentang segala teori untuk menghandle dyslexic, tapi sungguh dalam hal prakteknya semua tergantung diri kita sendiri, teori itu hanya sugestion saja, karena sesungguhnya sabar adalah kuncinya(semoga aku tak kehilangan kesabaranku...)
Dan semoga Katelyn kelak bisa seperti orang-orang terkenal seperti Thomas Alpha Edison, Albert Einstein, Walt Disney, Tom Cruise, Pablo Picaso, Hans Cristian ANderson, Leonardo Da Vinci atau yang lainnya, yang mempunyai masalah dyslexia sewaktu mereka kecil...aminn.![]()
Tahukah Anda bahwa BEJ(Bursa Efek Jakarta) telah berpindah ke Hongkong? Ini berita benar, bukan hoax! Cobalah datang ke warnet di daerah Causewaybay di hari minggu, pastilah Anda akan menemukan BEJ di Hongkong. Setiap warnet dipenuhi sesak oleh orang-orang seprofesi denganku(babu) dengan tujuan 90% sama yaitu chatting. Aku sendiri juga suka chatting sebatas dengan teman sesama blogger/multiplier yang aku kenal atau teman-temanku sendiri yang berada di Hongkong sini. Dunia "ngeroom" istilah untuk chatting dengan memasuki chat room sudah aku tinggalkan lama sekali semenjak aku mengenal blog, sekitar dua tahun yang lalu.
Ambar dan Ana(keduanya bukan nama asli), teman akrabku, mengenal laki-laki dari dunia yahoo messenger juga. Perkenalan yang berlanjut ke hubungan kawat itu berlanjut juga ke jenjang yang serius, menikah. Ambar dan Ana pulang ke Indonesia untuk tujuan itu. Ambar menikah sebulan yang lalu, sedangkan Ana bulan Juli nanti. Namun malam ini aku di kejutkan oleh kehadiran Ambar di Yahoo Messengerku juga Ana di smsku. Ambar berniat kembali ke Hongkong sedangkan Ana kebakaran jenggot! Ada apa ini?
****_ambar : mbak Rie ada majikan ga?
****_rie: Lho kok manten baru malem2 OL? Ga di marahin suami?
****_ambar : sengaja mencarimu mbak. Mbak ada majikan ga?
****_rie : sepertinya belum tidur tuh
****_ambar: bukan majikanmu, cariin aku majikan dong
****_rie: baru nikah kok udah mau ke Hongkong lagi?
****_ambar: lebih baik begitu mbak, ga punya uang sedikitpun.
****_rie: khan baru pulang 2 bulan aja, itupun masih dalam suasana bulan madukan? pengantin baru hayuuuh lagi brantem ama misua ya?
****_ambar: mbak dia pikir aku ini konglomerat yang baru turun dari Hongkong mbak. Uangku habis di pakai entah apa aku ga tau. Dia pikir aku masih banyak uang mbak. Padahal aku kerja di Hongkong khan juga buat bantu adikku sekolah, aku kirim buat orangtuaku juga.
****_rie: ha???
****_ambar: aku.............
Penggalan chat diatas adalah awal duka yang yang di ceritakan Ambar kepadaku dengan airmata berlinangan. Lain halnya dengan Ana, berikut adalah smsnya:
Ana: Siuce, lei homa(jeng, apakabar?) Tolong hapusin MP(multiply)ku dong. Aq dah lupa passwordnya. Karena itu sangat berpengaruh terhadap pernikahanku nanti. Disana ada potoku, ada tulisan tentang aku, Agus(calon suami Ana) ga suka.
Aku memang yang membuatkan akun Multiply atas permintaan Ana. Kebiasaanku adalah mengenalkan dunia lain kepada anak-anak Hongkong selain chatting, yaitu dunia blogging/multiplying.
Rie: Muisi a(maaf) Canhai(sungguh)aq ga tau passwordnya dah lupa.
Ana : tolonglah, kl lupa passwordnya di hack aja biar ga bisa di baca orang
"Buseet," pikirku. Seandainya aku tau caranyapun aku ga akan melakukannya. Ana mempunyai problema yang pelik. Sang calon suami tercinta mengenalkan dirinya kepada keluarganya dan teman-temannya sebagai seorang wanita rumahan yang kerja di Jawa. Bah!! Malukah dia mengakui bahwa calon istrinya adalah ex-babu??
Yahoo Messenger, sebuah program hebat keturunan dari Yahoo mampu menjembatani jarak yang terpisah sekian jauhnya. Entah apa makanan favorit dari David Filo dan Jerry Yang(penemu Yahoo) sehingga mampu menelurkan sebuah program sehebat itu.
Orang-orang tua pernah bilang, witing tresna iku jalaran saka kulina(cinta itu karena biasa), terlalu seringnya berinteraksi melalui dunia chatting menyebabkan cinta tumbuh begitu saja. Jugapun menimbulkan kebodohan yang disadari.
Apa yang menimpa Ambar yang ternyata sang suami hanya melirik uangnya saja, juga apa yang menimba Ana yang ternyata calon suami malu kalau istrinya berstatus ex-babu sehingga menutup fakta dengan kebohongan, dua hal tersebut memberikan pelajaran baru padaku.
Sudah jam 3 lebih 4 menit dini hari ketika aku mengakhiri celotehan ini, dan aku masih bertanya-tanya, adakah cinta di yahoo messenger? Mungkin pertanyaan ini akan kubawa dalam tidurku yang hanya 4 jam saja, mungkin juga pertanyaan ini takkan pernah berhak mendapat jawaban. Atau adakah yang tahu jawabannya?![]()
Pemilik Blog Ini
- Rie Rie
- Happy Valley, Hong Kong
- Not so ordinary "babu" with not so ordinary thought. Halah...
Kategori Tulisan
Arsip
Indonesia & sekitarnya
Antown
Ashar R W
Bang Aminhad Malaysia
Bang Latip Malaysia
Bang Yoes
Bayu Mukti
Bening
Beranda Fahmi
Brigadesta
Carla
Catur Stanis
Cerita Usang
Dandelion
David
Deedee
Es Dawet
Elisanta
Evan
Ika
Ikhsan
Genx lutung
Gunawan
Hentakun
Hujan Musik
Iskandar
joe
Kang Alim
Kang Budhi Setyawan
Kang Bonari Ngeyelan
Kang Slamet
Mas Trie
Mbah Im
Mbah Koeng
Mbak Lusi
Nina Fabulous
Nirmana
Omtri
Pak Guru
Papane Evan
Pujangga 78
Punda
Ratih NoPatriarki
Rawins
Ria Articraft
Rusdi Mathari
Samunji
Simbah
Si Tupai
Sunlie Jelek
Terlihat Ono
Thopenx
Tukang Nggunem Wahyu Riyadi
WS Darma
