Galau?

huuhuuhuuuu...

Semangaaaaatttt..!

Love your job and be proud.

Iyes!

Bekerja sambil belajar.

Masih galau lagi?

No! No! No! Be happy laahhh...!

Ayo ngeblog!

Masa kalah sama Babu Ngeblog?

Pedoman Babu


1. Bangun tidur cari SAPU
2. Majikan pergi mapan TURU
3 Selesai masak makan DULU
4. Selesai mandi dandan AYU
5. Kalo dah nganggur cepat utang KARTU, dijamin bisa ngguyu n tambah lemu.

Kalo kamu kerjakan kelima pedoman itu,jangan kaget menerima hadiah surprise dari BOSMU. Karena berupa tas besar berisikan semua BAJUMU, n di suruh cepat2 cari EJENMU...


YA ALLAH semoga ini ga akan terjadi padaku dan juga temen2KU...
Walo kita sering melakukan ITU...

(kumpulan sms gila)

Beraraklah Awan Pilu



Jumat tgl 26 Okt kemaren aku mendapat sebuah buku, kiriman dari bang Latip yang ada di Malaysia sana. Merupakan keberuntunganku menemukan blog bang Latip(www.latiptalib.blogspot.com), karena ternyata beliau itu orang tersohor di Malaysia. Novelis yang bergelar datuk tapi lebih suka dipanggil pak atau bang ini merupakan penulis novel perjuangan sejarah islam. Beraraklah Awan Pilu memenangi tempat ketiga hadiah Sastra Kumpulan Utusan pada 2005(Malaysia tentunya). Novel berkategori remaja yang sarat akan pesan positif ini ternyata di dasari oleh pengalaman pribadi beliau.
Novel ini setebal : 246 halaman, terbitan Exxon Mobil.

RINGKASAN CERITA
Dalam novel tersebut menceritakan tentang... Syafiq seorang pemuda Malaysia yang berkelana untuk mencari bapaknya ke negeri Brunei. Dia hanya berbekal sebuah cincin kawin, selembar foto mendiang ibu dan bapak yang sedang dicarinya dan beberapa uang saja. Di atas pesawat yang membawanya ke Brunei dia berkenalan dengan Marissa, seorang gadis yang sombong.

Perangai Shafiq yang sopan dan santun serta kepercayaannya kepada Tuhan membawakan dia dipercayai dan didoakan oleh setiap orang yang ditemuinya di jalan.
Mungkin adalah keberuntungan karena dia bertemu dengan Marissa lagi, kali ini ban mobil si gadis kempes tertancap paku, sedang mesin mobilpun susah dijalankan. Shafiq membantunya. Sepeninggal si gadis itu ditemukannya sebuah dompet,milik si gadis yang terjatuh. Dan karena Shafiq adalah pria yang jujur maka di kembalikannya dompet tersebut kepada pemiliknya.

Lagi-lagi sebuah keberuntungan, Dato'Mansor/ayah Marissa mempunyai wajah yang serupa dengan foto bapaknya(bapak Shafiq). Shafiqpun berniat untuk mencari tahu kebenarannya, diterimalah tawaran untuk menjadi sopir di keluarga itu.
Perangai Dato' Mansor dan Datin Siti amatlah beda. Kalau sang Dato' adalah orang yang ramah dan berbelas kasihan, maka Datin adalah seorang yang sombong dan suka merendahkan orang sama halnya dengan Marissa.

Berbagai suka duka dijalani di keluarga tersebut, Marissa pun melunak dan berubah perangai terhadap Shafiq. Sedang Datin masihlah sama. Sampai akhirnya Dato' tertusuk pisau oleh ulah penjambret sekeluarnya dia dari sebuah Bank, Demi menolong nyawa sang Dato', Shafiq mendonorkan darahnya. Darah yang sama rupanya benar-benar mengalir dari tubuh mereka.

Hal yang menimpa Dato' Mansor itu membawa perubahan dalam diri Datin, beliau sedikit melunak hatinya. Dan sekembalinya sang Dato' membawa pengakuan. Diceritakannya kepada Datin kalau di pernah menikah di Malaysia dan bahwasanya Shafiq adalah anak kandung satu-satunya(Marissa hanya anak pungut).
Damai di keluarga Dato' Mansor. Namun Shafiq berkeinginan untuk pulang ke Malaysia. Meneruskan cita-citanya. Sebulan kemudian Dato/ Mansor, Datin Siti dan Marissa menyambangi Shafiq di kampungnya. Sebuah hajatan dilakukan untuk mendoakan mendiang Kalsom(ibu Shafiq) dan juga untuk membenarkan cerita tentang siapa bapak Shafiq yang sebenarnya. Maka telah beraraklah awan pilu.

TANGGAPAN SAYA TENTANG NOVEL INI
Judul yang bagus, sesuai sekali dengan isi cerita. Novel ini di tulis dengan gaya bahasa yang sederhana tapi mengena. Bahasa Melayu dan bahasa Indonesia tidaklah jauh beda. Hanya saja mungkin ada beberapa kata yang tidak lazim digunakan di Indonesia dan itu membuat saya membacanya berulang-ulang untuk mendapatkan maklumat yang sebenarnya(mungkin juga karena saya terlalu bodoh).
Gaya tarik dari novel ini menurut saya adalah kemampuan bang Latip untuk menyisipkan tentang bencana yang menimpa Aceh dan juga sejarah tentang negara-negara terdahulu. Dan juga pesan-pesan positif keagamaan(islam) tanpa perlu menuliskan dalil-dalil islam kedalamnya.

BUAT BANG LATIP
Kabarnya novel-novel bang Latip hendak diterbitkan di Indonesia, selamat/tahniah!!
Semoga mereka(orang-orang di Indonesia) sama antusiasnya seperti saya. Dan semoga bang Latip diberi kesehatan untuk terus berkarya. Amin.

Kisah Reni

Sebuah kisah nyata ini dialami oleh salah seorang temanku. Sebut saja namanya Reni. Gadis asal Bandung yang lahir hampir bersamaan denganku ini mempunyai satu kelebihan, yaitu lemak.

Lemak, bagi seorang wanita umumnya adalah sebuah momok, menakutkan. Wanita mana seh yang menginginkan perut besar, kaki gajah, tangan seperti gebuk maling? Pastinya ga ada. Dan itu termasuk Reni. Sering dia mengeluhkan ini padaku, sering juga dia mengagumi akan kekurusanku. Padahal aku sendiri seh ingin agak gemukan dikit.

Rabu itu kesialan terjadi pada Reni, dia menyebutnya demikian. Termination yang juga adalah suatu hal yang menakutkan bagi BMI(BMI= buruh migran Indonesia/TKW), yang artinya pemutusan hubungan kerja sepihak yang dilakukan oleh majikan terhadap pembantunya, hari itu terjadi pada Reni. Kenapa?
Sebuah invoice/tagihan di temukan. Rupanya temenku Reni lupa mengambil surat2 buat majikannya. Kebetulan si bos mengecek kotak surat hari itu. Pokoknya sial deh, aku ga nyalahin si bos kalau dia seketika marah melihat invoice dengan tulisan merah. Bos mana yang mau kalau babunya ternyata menimpuk hutang di luar sana?

Yang aku sayangkan dari sikap Reni adalah, waktu dia menelponku dan bilang "Ri, aku ngebreak kontrak" Padahal kenyataannya adalah sebaliknya. Dia di terminit bukan dia yang break contract. Mengapa harus bohong? Aku paling ga suka ama kebohongan, ku pikir dia tau akan hal itu tapi ternyata tidak.

Kisah sebenarnya baru aku ketahui hari jumat dari bos dia yang kebetulan adalah kawan karib bosku. Waktu itu mereka lagi "ngrasani Reni" dan aku mendengarkannya. Halah ternyata ngrasani itu bukannya hal wajar bagi babu saja tapi ternyata bos kalo ketemu bos juga sama. Kisah Reni ini cukup lucu, dia pinjem uang itu untuk keperluan SPA dan kecantikan dia tiap minggu, mungkin biar bisa langsing n cantik kali, buseeettt.
Spontan ngakak aku mendengarnya, seakan tak percaya "apa bener seh". Aku yang adalah seorang yang straight forward banget langsung bertanya ada bukti ga? Bos Reni tuh nunjukin invoice ke aku, invoice bukan hanya dari badan kredit uang aja tapi juga dari spa terkenal di Hongkong, ampuuuuuuuunnn deh!!

Kisah Reni ini bisa aku ambil hikmahnya, bahwa mensyukuri nikmat Allah adalah sangat penting. Makanya walo dengan hidung pesek, gigi gede2, lambe ndoweh, batuk nonong plus kutilang dara(kurus tinggi langsing dada rata) aku tetap bersyukur Alhamdulillah, aku masih normal. Satu hal lagi kejujuran, karena sewaktu aku tau kalo aku di bohongi sama Reni, hatiku sakiiit sekali. NO LIE( kalo bisa seh). Dan juga jangan sampe terjerat hutang deh, we"ll never knows what lies ahead. Iya khan?!

Srinthil 2 : Belajar Chatting

"Mbaaak...mbak Rii!" teriak Srinthil kepadaku sambil menjinjing rok panjangnya yang klengsreh nyaponi dalan. Dandanane feminin banget hari ini, walau terbilang masih kerja bakti alias masih dalam masa potongan 7 bulan untuk nyaur utang kepada agen yang telah menyalurkannya kerja di Hong Kong. Rok warna kuning kunir bosok plus kaos rada ketat warna putih di tambah tas adidas(palsu) warna item dengan garis keemasan. Waduh, boleh juga dandanane.

"Mbak Rii.. mbok mendeg delok po'o mbaak," katane dengan payudara(maap) yang naik turun karena ngos-ngosan.
"Ono opo to?" jawabku. Aku lho mau ke warnet bentar, selak warnet te kebak uwong je.
"Lha kuwi kepeneran, wis jan pas banget mbak."
"Nyapo to?" mau ikutan pa?"
"Ho oh karep ku tuh mau minta tolong mbok aku di ajarin chatting po'o mbak," katane merajuk.
"Halah wong chatting wae ko ndadak di ajarin barang, nanti khan kamu bisa sendiri to."
"Lha wong aku ra tau nyekel komputer je."
"Yo uwis ayo."

"Lantai brapa seh mbak?"
"Lantai 8 atase CSL itu loh."
(CSL tuh nama salah satu konter simcard di Hkg)
"Lho mbak kok kesitu?" tanyanya heran.
"Lha kuwi liat aja, sing antri lift wae panjang banget gitu kok. Wis mlaku lewat tangga waelah," kataku.
"Cisiiiin..." gerutu si Srinthil.(cisin=edan/gila)

----****-----

"Mbak leh mbukak komputer ki piye," tanyanya mbingungi sambil pencet2 semua tombol yang ada di keyboard.
"Sabar to, aku tak nyelehke bokongku sik," jawabku anyel. "Nah gini loh carane..."
Wah ceritane aku lagi jadi tutor chatting neh, akhirnya dengan kemampuanku yang pas-pasan aku ngajarin si Srinthil cara nge-boot kompi, mbuat ID trus masuk ke YM. Sebelumnya sempet gontok-gontokan sama Srinthil tentang ID apa sing pantes buat dia. Dan keputusan terakhir, ID "mutiara lumuten" menjadi hak milik Srinthil sepenuhnya. Buseettt.
"Wis yo, tak tinggal ngliat imel ku dulu, kamu chatting aja dengan cowok2 itu.
"Ho'o, makasih yo mbak."
Dengan jari pas persis kayak Petruk dia ngetik. Wis jan telunjuke tuh keceng teng, kaku gitu. Hi hik...
"Mbak kok sing mau chat ma aku banyak banget to, piye iki?"
"Matiin aja join roomnya."
"Carane piye?"
"Halah kowe ki ribut banget seh. Ngene lho, di klik sing tanda silang ning pojok kanan atas itu, trus di buang cowok-cowok e,jangan chatting terlalu banyak orang,malah bingung mengko."
"OK lah mbak, tursuwun," jawabnya sambil pringisan.

Kembali aku pada komputerku sendiri, mataku mecicil melihat jumlah imel yang ada, ga biasanya seorang babu ndableg kayak aku ni dapat imel segini banyak. Ada 5 dari free_koteka, ada 3 dari bidadari_chatting, trus lagi dari june_kadaluwarsa, tempe_penyek, sambel_belacan, putra_sumatra, canada_jantan, dan laen-laennya, waduh piye leh ku njawab? Mumet.

"Uhuk..uhuk...
"Uhuk..uhuk...
"Uhuk..uuu....

Halah lha nyapo ki bocah kok malah mewek gini? Tak kirain tadi tuh lagi enjoy chat ma gendakan-gendakane, lha kok malah nangis sesenggukan gini.
"Nyapo seh? Ada apa to?"
"Kuwi lho mbak..uhuk..uhuk..." katanya sambil nuding ke layar kompi.
"Lha nyapo wong chatting kok malah nangis?" tanyaku masih juga ga ngerti.
"Kuwi lho mbak...hu ..uuu...

Mataku melotot melihat ke layar kompi di hadapan Srinthil. Marah, dongkol banget rasane aku. Selama hidupku kenal ama dunia maya nih baru kali ini aku merasakan penghinaan yang luar biasa oleh lawan chat. Pasalnya si bedes elek itu menuliskan kata-kata yang amat sangat menjijikkan sekali banget. Coba kalo dia ada di hadapanku pasti dah tak pentungi pakek gagang sapu, ben monyor kabeh lambene. Pantes aja si Srinthil sampe nanges kayak gituh.

Mau tahu ga ama apa yang di tuliskan sama si munyuk sialan tuh?Pastikan?!
Dia menuliskan begini, "Berapa harga memekmu dijual di pasaran Hongkong?"
kebangeten ga tuh? Asem tenan kok, emange disini kita jualan memek apa? Apa ga tau tugas mulia kita tiap hari yang mulai dari nyapu, ngepel,masak, momong simbah, momong anak, angon dog2, nyuci car, dsb...

Dasar wong nek lambene ndower ki, ngomong asal njeplak saja, ga pake mikir ga pake otak. Waton ngomong tok, ora ngomong nganggo waton.
"Uhuk...uhuk...uwaa...
"Lho mbak kok sampeyan melu nangis?" tanya Srinthil yang sudah reda dari tangisnya.

lho kok??

Cinta Seorang Pengemis

bajuku satu
kumal dan tambalan
celanaku satu
item dan koloran
sandalku satu
merah dan pedotan

ya
semua serba satu
seperti cintaku
seperti cintaku
cintaku satu kamu
kamu satu cintaku

pada kaleng sahabat sejatiku
dia selalu menemaniku
menadah rejeki
yang terjatuh

O kaleng cintaku
taukah kau akan cintaku padamu
cintaku satu kamu
kamu satu cintaku

(dari lantai 19, di bawah sana kulihat ada pengemis)

Salut!!


Baca2 di blognya ndoro kakung sebagai tombo stress terutama kalau si bos lage kumat karena kurang sajenne n luntur jopa-japune.

Nah salah satu postingan yg bertajuk "pembantu pecas ndahe" adalah yang tak baca pertama kali. Maklum itu sesuai dengan propesiku sebagai babu.Berikut adalah potongan dari postingan itu...


....Mosok cuma para majikan, juragan, ndoro, atau priyayi saja yang boleh punya blog? Mosok cuma karyawan sakit hati yang boleh misuh-misuh, mengumpat tempatnya mencari makan? Mosok para pembantu ndak boleh bikin perkumpulan? Mosok cuma tulisan yang ndakik-ndakik yang boleh diposting? Mosok lelucon gombal ndak boleh disebarkan?...


Hoyeee ono sing mbelani, salut deh!


Tapi mas mo nambahin aja, kalo menurut pendapat pribadiku sih, kita neh cuma pengin di "uwongke" mangsute kita sebenere mau dihargai karena babu toh juga manusia, jadi hargai hak kita sebagai manusia. Pelecehan kerap terjadi, penghinaan, penyepelean, lha nek gitu itu berarti babu khan ora di uwongke. Paling sebel aku sama orang-orang sing sok pinter, sok semugih, sok iso...dll.
Pengin wae tak antem watu raine ben pecah ndase. Lha wis piye maneh, nganyelke kok. Ben ne po'o.