Galau?

huuhuuhuuuu...

Happy Sunday

Sebuah rencana yang telah disusun dua minggu sebelumnya tak akan digagalkan begitu saja, walaupun rencana tak bisa berjalan sebagaimana di harapkan.HP butut Rie tak berhenti bergetar sejak pukul 8 pagi. Ada yang minta maaf karena tidak bisa mengikuti rencana, ada yang minta kejelasan di mana tempat pilihan untuk menjalankan rencana, ada juga beberapa pesan pendek tertulis yang menyatakan permintaan maaf dan membatalkan kedatangan, ada yang menunda...

Dilema Kunghei Fat Choi

Kemarin malam bos memarahiku..oh ya...hal sama yang sering di lakukannya menjelang hari raya imlek, mungkin karena imlek adalah hari terbesar baginya, dia nervous.Kupandangi wajah manisnya yang tiba-tiba berubah seperti Farida Pasha sewaktu bermake up untuk memerankan tokoh Mak Lampir, aku sedikit merinding. Tetapi kemudian aku tersenyum-senyum, mengingat nasihat dari miss Sou(agenku) dulu: "Kalau bos itu marahin kamu, anggap saja HK$ 3400 keluar...

Is There a Man Out There?

45 menit perjalanan ke Taipo begitu penuh makna.11 Januari'09 lalu, sendiri. Menerobos sesaknya Sugar Street, aku merasa beruntung mempunyai tubuh yang ramping, oh..lebih tepatnya kurus. Tapi tak ayal tangan kecilku diseret oleh seorang mbak-mbak yang segera saja menunjukkan dagangannya. Di rogohnya sesuatu dari dalam tasnya, Pil KB! Semprull!! Wajah polos dan lugu gini dikira aku cewek apaan?Serba-serbi kehidupan TKW Hongkong berputar-putar di...

Bila Babu Marah, Dia Berteman Kecoak

"Kamu nakal sekali!" teriak mr. Wong. Dahinya mengkerut, kejengkelannya pada Katelyn, anak semata wayangnya jelas sekali terlihat. Mr. Wong adalah nama bosku, seorang pakar IT dan salah satu menager di Merrill Lynch-Hong Kong. Demikian aku memanggil mereka: MR Wong untuk bos lakiku dan Mrs Wong untuk bos perempuanku. Sedangkan mereka biasa memanggilku Cece yang artinya kakak/mbak."Kalau kamu nakal kayak gitu, ntar malem ga boleh tidur sama mami...

Stay out di Malam Tahun Baru

"Merdekaaaaa!!" teriakku. Malam itu adalah tgl 31 desember, new year eve dan aku mempunyai ijin untuk stay out, nginep di luar. tentunya setelah perundingan sebulan sebelumnya dan setelah memenuhi segala tugas.Berbondong-bondong orang menuju Tsim Sha Tsoi untuk melihat kembang api dan count down , demikian juga aku bersama dua temenku, Melur dan Wanthy. Di MTR exit(entah exit berapa lupa) kami menunggu seorang lagi yang mempunyai kebiasan tidur...