Seharusnya Kartini Ngeblog

SK Presiden RI (Ir. Soekarno) No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964 tentang penetapan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional dan hari lahirnya (21 April) dijadikan sebagai peringatan hari besar/hari nasional.

Adalah penghargaan tinggi oleh wanita tinggi(drajatnya) seperti Kartini, yang lahir dari kalangan ningrat dengan kemudahan dan keberuntungan yang di perolehnya lebih dari wanita pada jamannya.

Ketika seorang wanita diamuk gelisah(gelisah dengan sistem yg tak adil dan menciptakan jurang kaya-miskin yg lebar) dan ketika seorang itu adalah Kartini, seorang anak bupati Jepara yang jiwa nasionalisnya terbukti sekaligus teruji sekaligus mempunyai rasa cinta dan pengertian terhadap kemajuan(pendidikan) putrinya, maka tak heran pengaruh yang di timbulkannya sedemikian hebat. Pemikirannya(pemikiran Kartini) yang kritis sampai saat inipun masih relevan.

105 pucuk surat, catatan harian Kartini, sebuah sajak, dan sebuah Nota tentang pendidikan dan pengajaran, yang di maksudkan untuk dikirimkannya kepada pemerintah Belanda, seperti yang terangkum dalam buku “Door Duisternis Tot Licht” yang disusun oleh JH Abendanon yang kemudian diterjemahkan oleh Balai Pustaka, Armijn Pane yang lebih kita kenal dengan “Habis Gelap Terbitlah Terang"(yang kenyataan sebenarnya adalah habis gelap belum terang beneran), adalah bukti bahwa Kartini adalah seorang pemikir dan berkeinginan untuk mentranformasikan pemikirannya kepada orang lain.

Seandainya pada jaman Kartini dulu sudah ada Internet, saya yakin dia akan ngeblog dan menjadi selebriti blog yang kondang, melebihi nama-nama beken seperti nDara Kakung, Hakim Tea, kang Rohman, Kang Noval atau mbak Maya. Sehingga dia bisa menuangkan pemikiran, memanfaatkan teknologi komunikasi informasi untuk berinteraksi, melakukan transformasi dan memberikan inspirasi.

Dan berbicara tentang menuangkan pemikiran, siapapun juga bisa menjadi pemikir, tak hanya Kartini. Kelebihan dari Kartini adalah dia datang dari, kepada, dan pada waktu yang tepat yaitu datang dari keturunan ningrat anak bupati, kepada Nyonya Abendanon, Ovink-Soer dan Nona Zeehandelaar yang pinter dan berpengaruh, waktu agama masih belum mampu untuk meluruskan adat kuno yang kolot.

Dan oh ya, saya sudah tak sabar ingin menulis surat untuk Nyonya Abendanon, Ovink-Soer, dan Nona Zeehandelaar dan bercerita tentang polah laku para politikus "umuk" dan diskriminasi pada wanita Indonesia khususnya pada Buruh Migran Indonesia(babu), untuk kemudian di bukukan dalam mmm... mungkin, mmm... "Sudah Terang tapi masih Byar Pet", hum....

Kartini hanyalah seorang pemikir, blogger juga seorang pemikir asalkan blognya tak melulu bertemakan blog keluh kesah saja tetapi juga berupaya untuk saling berbagi, mengeluarkan ide atau opini ataupun kritik yang diharapkan bisa mendapatkan tanggapan positif sekaligus diskusi interaktif yang positif pula.

Masih terngiang celotehan terdahulu:

...dalam versi saya, perayaan Kartini adalah perayaan kebangkitan wanita, sebagai tonggak atas munculnya pemikiran-pemikiran dan kesadaran untuk mensetarakan dirinya dengan laki-laki. Pemikiran-pemikiran yang menjadi arus besar yang membawa gelombang jaman dengan semangat jaman bukan menoleh pada peradaban beku yang berkebudayaan masa lalu.

Wanita Indonesia yang menjadi pahlawan adalah wanita(siapapun dia) yang bisa membawa bangsanya ataupun sesiapa pada peradaban dunia yang lebih maju bukan dikekang demi sebuah arus kebodohan atau keuntungan politik.


Mungkin kelak akan ada hari Rie Rie, hari mbak Maya, hari lady Ellen, hari ....peblogger wanita lainnya. Tidak hanya hari Kartini saja. Dan tidak hanya menandai hari kebangkitan wanita(bukan hari Kartini) dengan jarik dan kebaya saja tetapi juga dengan ngeblog.

Selamat hari kebangkitan wanita!!



post signature


18 komentar :

  1. keinginan Kartini untuk ngeblog sudah terealisasi dengan adanya blog ini

    *jangan yang punya blog titisannya RA Kartini :D *

    BalasHapus
  2. kalau bu Kartini masih sugeng, saya yakin beliau akan ngeblog. tapi kayaknya pengaruhnya gak akan seperti kalau beliau nulis surat. mengapa? ayo mengapa mbak rie?

    BalasHapus
  3. mbak ada award kalau mau silahkan di ambil

    BalasHapus
  4. sayang ya, jaman dulu belum ada internet...

    BalasHapus
  5. mlhnya msh pkai petromak jd byar pett... mbak !!

    BalasHapus
  6. belom beken ya...aku.

    sejarah akan selalu berulang meski dalam ujud lain. jadi kita tunggu saja siapa yang akan mengulang sejarah kartini di masa kini.

    BalasHapus
  7. Walaupun Kartini ngga sempat ngeblog, namun beliau bangga melihat kaumnya sekarang udah pada pinter ngeblog. Salam kenal n sukses selalu.

    BalasHapus
  8. >>ikhsan, jikakakk...
    makasih atas awardna tapi Rie simpan aja ya.

    >>guru indonesia, mungkin karena lebih banak yang baca buku daripada internet..mungkin...

    >>joe, hu uh, kalo jaman dulu dah ada inet, wah tahun ini Indonesia dah sejajar ma negara2 besar sana dunk, atau bahkan lebih besar daripada negara2 besar tersebut...mengkhayal mode on

    >>mbah koeng, ah masa? Lha PLN tanpa guna ya? hehehe...

    >>trimatra, akan beken...mungkin.
    wah bro, mari kita tunggu sama2...atau tak sebaiknyakah kita membuat sejarah itu...garuk2 kepala

    >>gana, tersenyum banggakah dia di sana? hehehe...

    BalasHapus
  9. kartini jadi pahlawan itu soal pilihan (politik) secara masih ada tokoh perempuan sejamannya yang lebih moncer.

    BalasHapus
  10. kalo Kartini hidup zaman sekarang, gak cuma ngeblog mbak. pasti dia daftar jadi caleg, atau malah jadi presiden..

    BalasHapus
  11. nice posting mbak, terpesona aku bacanya, met hari Kartini ya

    BalasHapus
  12. Salam mbak..Ternyata kita seide yach. Semangat untuk terus berkarya mbak!

    BalasHapus
  13. huwah! ke asyikan baca blog pean Mbak, soupku asat! lam kenal, sy srg bc tulisan u di "peduli" juga!

    BalasHapus
  14. lho lho...kok pacarku disebut disini ? ;)

    BalasHapus
  15. Hello,

    Artikel ini penuh perhatian kepada perempuan, ya?

    Di blog "Cantik Selamanya", ada beberapa artikel soal Kartini. Bagus-bagus.

    Misalnya, "Ibu Kartini: Don't Forget The Daddy."

    Asyiknya, isinya diperkuat dengan semacam referensi di blog facebook CANTIK SELAMANYA ...

    Interesting...

    Thanks,
    AF

    BalasHapus
  16. klo kartini hidup di jaman sekarang
    pastinya tak bawain ikan biar semangat

    BalasHapus
  17. >>kartono, suami kartinikah?hehehe...lam kenal

    >>wahyu, tul! dan aq tetap golput, hehehe...

    >>bening, makasih...

    >>ajeng, oh ya, makasih. Sukses buatmu juga.

    >>yuyun, hehehe...makasih...

    >>jovie, maap jovie, cuma mencolek aja kok.

    >>amir breeze, makasih...

    >>anak nelayan, Rie Rioe ga di kasih ya?hiks...

    BalasHapus
  18. kalo kartini nge-blog...
    judul blognya :
    "Habis Terang, Terbitlah Blogger"
    (soale ngeblognya malem2..)

    BalasHapus

Matur suwun wis gelem melu umuk...