Karena Kringetmu Bau Kari

Malam itu pukul sebelas. Saya yakin kalian semua sudah mimpi tujuh cerita dan ngiler dengan sopannya di bantal masing-masing, tapi tidak dengan saya. Seonggok sampah yang baunya ngaudubillah harus segera saya lemparkan segera ke airport (baca=tempat pembuangan sampah) saat itu juga. Seplastik sampah yang terdiri dari soptek, ikan sri (baca postingan sebelumnya) dan bekakas sisa-sisa dapur yang saat tercampur masing-masing saling mengkontaminasi dan menimbulkan bau yang cukup manjur untuk membangunkan orang dari pingsannya itu harus segera disingkirkan kalau tak ingin mendapat kuliah pagi dari majikan.

Kulihat pula babu dari apartemen di blok sebelah yang sedang menjalankan tugas rutinnya untuk angon. Tangan kanannya memegang koran sedang tangan kirinya meenggeret seekor hewan berkaki empat yaitu anjing. Ya benar, tugas akhirnya adalah angon anjing karena anjing peliharaan majikannya hanya mau berak setelah diajak jalan-jalan di malam hari. Kusapa dia saat dia 2 meter dekatnya dariku.

"Wes mbak?" tanyaku padanya.

"Apane? Wong udah jalan muter dua kali juga durung ngising-ngising iki," jawabnya sambil bersungut-sungut. Aku tersenyum.

Aku mendadak lega, rupanya aku tak sendirian melek di malam yang amat larut itu. Mbak Na dan mungkin juga puluhan bahkan juga mungkin ratusan babu lainnya yang berada di Hong Kong ini mungkin masih berjibaku dengan tugas akhirnya masing-masing.

Kubalikkan kakiku dan melangkah menuju apartemen bos yang hanya bersebrangan jalan, tapi sesosok tubuh gegap menghalangi jalanku. Bau kari mendadak berada di sekelilingku dan aku bergidik mual. Bukan karena aku tak suka kari tapi bau ini teramat kental bercampur dengan parfum murahan yang mungkin di dapat lelaki hitam ini dari toko India atau Pakistan langganannya. Sebuah suara kemudian keluar dari mulutnya

"Hallo dear," sapanya ramah.

"Hallo munyuk," bathinku. Namun tak sepatah katapun yang sempat keluar karena serentetan kata darinya keluar lagi seperti kentut yang sudah lama ditahan.

"I am Ram. Do you like to have fun with man on your holiday?" tanyanya.

Aku tak menjawab hanya memandangnya saja.

"You know fun?" tanyanya mengulang, takut kalau-kalau aku tak paham dengan bahasa Inggrisnya yang berbau are are itu.

"You know laki-laki and perempuan cantik having fun. Swimming together?" katanya lagi sambil tersenyum dan mengedipkan mata kirinya.

"Diancuukk..!' jeritku dalam hati. Aku sungguh ingin mengambil kembali seplastik sampah busuk yang tadi telah kubuang dan menyumpalkannya kedalam mulut laki-laki di depanku ini, sungguh! Tapi itu urung kulakukan.

"No, I have a very pretty girl friend and I love her," jawabku asal-asalan. Kawan, aku bukan lesbian lho, aku hanya ingin makhluk berbau kari ini pergi saja, sungguh!

"Yuck! No fun! with laki-laki better. Mine is long and I am strong," katanya lagi.

"I dont like man especially with the smell of curry & never brush teeth like u. It's disgusting," jawabku.

"Fuck you!" kata laki-laki hitam pekat itu kemudian pergi meninggalkanku.

"Woo...lambemu..!!" kataku.

11 komentar :

  1. gak mau rasis, tapi kalo dideketin cowok india selalu kayak gitu modelnya. nyebelin.

    BalasHapus
  2. Mbak, ikannya mati? :(

    Nggak mau ngurusi india, mau ngurusi ikannya. mana ikannyaaaa...??? :((

    BalasHapus
  3. Yang ini aku kurang bisa melihat pesan moralnya Rie...
    -jp-

    BalasHapus
  4. mbak rierie, jadi pulang? mbak, minta tolong dibelikan buku NOTES FROM UNDERGROUND karangan Fyodor Dostoevsky. terbitan SIGNET CLASSICS ya. nanti harga dan ongkos kirimnya saya ganti deh. soalnya beli buku ini di Indonesia gak ada. makasih mbak ya.

    BalasHapus
  5. Weiz, sering digodain cowok iseng ta mbak? Ngeri..

    BalasHapus
  6. wow... si mba banyak yg godain juga ya... orang item+dekil pula juga banyak di Indonesia. hahahahah contohnya inyong.

    BalasHapus
  7. Menarik....

    Salam kenal mba Rie-Rie... Aku Fathulloh relawan pengelola portal http://buruhmigran.or.id , portal yang kami mimpikan jd Pusat Bertukar Informasi dan Pengetahuan bagi buruh migran, kami mengajak kawan-kawan pegiat buruh migran, siapapun, kapanpun, dimanapun, bergabung dalam gerakan pengelolaan informasi bagi TKI. yah itu kiranya, kami akan sangat senang bila mba Rie-rie bisa bergabung dan berbagi pengetahuan juga di portal http://buruhmigran.or.id . Terima Kasih

    BalasHapus
  8. opo iki....numpang mampir salam kenal.....

    BalasHapus

Matur suwun wis gelem melu umuk...