Membangun Republik Indonesia Bagian Hong Kong

foto berita di koran, fotonya Muntamah
Merah Putih bisa berkibar di mana saja, tak terkecuali di Hong Kong. Negara bekas jajahan Inggris ini tercatat memiliki 172.000 pekerja asal Indonesia yang bekerja di sektor dapur. Ya kalau bukan TKW, ya setidaknya KJRI-Hong Kong-lah yang mengibarkan Merah Putih di sana.

Terlebih menjelang hari panas begini, maka semakin banyak bendera berkibar. Ya hari panas bagi parpol yang mendadak peduli dengan Erwiana, Sutinah, dan Iyem-iyem yang lain (termasuk saya).

 Ya parpol itu sekarang lagi fasih-fasihnya menyanyikan lagu "Hero" daripada lagu "Kulihat Ibu Pertiwi" :I can be your hero, baby.
I can kiss away the pain.

I will stand by you forever.

You can take my breath away.

Mereka mendadak menjadi proffesional singer setara Enrique Iglesias, menyanyikan politik umuk dan menjanjikan multiple orgasme. bah!

Iyalah, sejak awal September tahun lalu, di pojok-pojok Victori telah dimasuki bendera lain. Ada hijau dengan bintang-bintang yang mengelilingi peta Indonesia, ada juga burung Garuda yang sedang tertawa. Banner dijembreng di tempat mencolok, kaos disebar secara gratis. Bila perlu, jas juga gratis. Khan mentereng, ada TKW pakai jas parpol. Walau gak mudeng-mudeng amat dengan politik setidaknya dianggap ngertilah.
foto koran, fotonya Muntamah
Rekreasi ke tempat wisata secara gratis juga pernah diadakan. Buntutnya, rekreasi tersebut disponsori oleh sebuah parpol. Yang lebih heboh lagi, Rhoma Irama juga berhasil diseret ke Hong Kong untuk menarik ribuan TKW. Dan setelah ribuan TKW berkumpul, si parpol ini sesumbar bahwa ribuan TKW Hong Kong tersebut menghadiri pembukaan cabang partainya. Yaelah mas parpolll... mereka itu bukannya mau menghadiri acara pembukaan dan bla-blanya parpolmu, tapi mau lihat si Rhoma nyanyi. Kok ada parpol GR banget ya? Heran deh!

Ingar-bingar politik di Indonesia, pemilu, perebutan kursi hingga onani, maaf, orasi di pinggir jalan sampai blusukan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya dan yang kini terpaksa dijalankan untuk mencari simpati TKW-HK adalah pengulangan sejarah perpolitikan Indonesia. Lima tahun yang lalu juga gitu. Kasus TKW yang mencuat saat hampir pemilu menjadi heboh. Para poliTIKUS mendadak mebar keprihatinan yang mendalam. Lhah sebelum ini ke elo di mana, Bung? 

Suatu pengulangan kebodohan politik yang entah dikarenakan kurang sadarnya masyarakat (enggak hanya TKW lho)  atau karena kepandaian penguasa yang mampu memutarbaliktengkurapterlentangkan situasi demi keuntungan pribadi.

Hari ini, 30 Maret 2014 akan diadakan Pileg di Hong Kong. Pileg yang dipercepat dari pileg di Indonesia (dan dapil luar negeri) dengan alasan cuaca di Hong Kong yang memburuk terkait prakiraan badai taifun ini adalah pileg pertama yang diadakan di tempat terbuka yaitu di lapangan Victoria Park pada hari Minggu.

Mungkin ini diadakan selain untuk menarik banyak pencoblos juga untuk menjajal kepiawaian KJRI dengan konjen anyarnya. Hal ini saya salut atas kinerja KJR-HK yang membaik.

Telah banyak fakta yang melenceng jauh dari janji para (katanya) pahlawan praja. Entah karena mereka telah dengan suksesnya mengubah kita menjadi gedibal yang bodoh ataupun mereka yang membodohkan diri sendiri. Keduanya adalah sangat mungkin. Maka kalau kawan (kawan-kawan di Hong Kong) mau memilih, mari memilih yang salah. Ini bukan apatis terhadap masa depan bangsa, tapi kalau tak satupun dari caleg memenuhi kriteriamu, pastikan untuk menghanguskan hak pilihmu untuk mengurangi pencurangan. Apa sih yang gak mungkin di perpolitikan Indonesia? Bisa jadi angka 172 ribu TKW di-mark up untuk nyoblos anu atau itu.


*semoga entar malem bisa diperpanjang umuk saya ini. Bos sudah bangun...


10 komentar :

  1. ternyata tidak kalah dengan kampanye di indonesia mbak
    cuma sepertinya disana kampanyenya lebih sehat

    BalasHapus
  2. Luwar biasa ibu rie rie ini, hingga detik ini masih //telaten// ngeblog....

    Lima jempol deh.... (pinjem jempol tetangga) :-D

    BalasHapus
  3. Hmm.... democrazy sudah mulai berpesta..., ada Caleg yang layak di dipilih untuk mewakili anda di dewan...?,ora usah pusing Mbak Srie hak pilih adalah Hak, bukan kewajiban pilih, mau dipakai silahkan...., golput juga hak (dilindungi undang undang....!)

    BalasHapus
  4. lek ra milih ki, setidaknya nggak urun suara untuk si terpilih yang ternyata di kemudian hari terbukti ngglembosi xp

    BalasHapus
  5. Apik mbak tulisannya , menggugah , mnyentil telinga ''pencari masa'',, :-)

    BalasHapus
  6. Mbak Rie Rie, apakah di Hong ong sana TKW-nya rajin cari info tentang siapa caleg yang mau dipilih? Capres mana yang kira-kira jadi favorit mereka?

    BalasHapus
  7. mendadak datang, mendadak ramai, mendadak peduli untuk satu suara. Tapi ora papa, kampanye nangkunu ora ngerameni kayak nangkene.

    BalasHapus

Matur suwun wis gelem melu umuk...