Bertemu Blogger dan Calon Blogger TKW Hong Kong

aku yang mana hayo?
Minggu, 16 September 2012. Sore itu aku tiba di bawah pohon palem Victoria Park, Causeway Bay, tepat pukul empat. Namun ternyata jam karet masih mendarah daging pada jiwa kawan-kawan senasipku, hanya 5 orang yang telah berada di tempat. Lhah yang diundang kok malah lebih awal dari yang mengundang? Oalah Indonesia....

Seperti janjiku pada grup Community Club (CC), sebuah grup yang digawangi oleh Romel Tea yang beranggotakan alumni pelatihan komunikasi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa Juli lalu, aku berniat untuk sekedar sharing pengalaman ngeblogku selama ini.

Situasi itu melemparkanku pada kenangan akhir tahun 2008, ketika aku berkumpul dengan para blogger dan multiplyer TKW Hong Kong. Bedanya ada pada semangat dan tujuan kami ngeblog. Ngeblog bagi kami waktu itu adalah cara kami berinteraksi, menulis pengalaman diri dan protes pada sekitar atas diskriminasi yang kami terima. Sedang sekitar 20 orang (atau lebih?) yang ada dihadapanku pada sore itu memiliki tujuan dan semangat yang berbeda untuk ngeblog. Ada yang ingin mempromosikan hasil kerajinan tangan suami dan bapaknya, ada yang sekedar ingin menyimpan tulisannya yang sudah pernah muat di majalah atau koran dan yang paling banyak adalah karena lomba blog yang diadakan oleh Dompet Dhuafa Hong Kong.

Ada yang bertanya tentang kemungkinan jualan lewat blog, ada yang bertanya tentang add sense, ada pula yang bertanya tentang bagaimana membuat tampilan blog yang menarik sehingga banyak pengunjung yang datang. Untuk pertanyaan terakhir itu aku menghela nafas, menyayangkan pertanyaan tersebut.

Aku sendiri memulai ngeblog sejak akhir Juni 2007. Bermula dari laptop pinjaman dari bos. Keingintahuan yang besar yang kemudian membawaku jatuh cinta pada blog kemudian bersemangat untuk belajar dan belajar lagi dengan bantuan google, hanya google. berkali-kali gagal dalam proses pengeditan, berkali-kali pula membantai blog satu demi satu karena gagal ngedit. Template pada masa itu tak sebanyak sekarang, semua serba ngedit satu persatu sedang HTML atau CSS atau Javascript itu tak kuketahui sama sekali. Ngeblog di saat itu benar-benar menguji kesabaran dan menumbuhkan ketelatenan serta semangat yang luar biasa padaku pada masa itu.

Jadi kalau ada blogger baru yang kemudian mbingungi karena template, aku rasa mereka tak sesabar aku ya? Hehe....

Ada pertanyaan menggelitik tentang apa trik ngeblogku hingga aku masih eksis hingga sekarang dan dikunjungi banyak blogwalker, ini membuatku sedikit berkeringat. Kenapa? Karena tak jarang pula aku lebih banyak selingkuh dengan Facebook, whatsapp, sms, kompasiana dan youtube yang membuatku malas ngeblog, menelantarkan blogku sekian saat.

(Ini sebenarnya adalah saran untukku sendiri bahwa) Ngeblog/blogger itu bagiku harus pinter dalam artian mengetahui benar masalah apa yang sedang dituliskannya, harus kreatif juga kadang humoris agar tulisan tidak mboseni atau monoton. Menampilkan postingan-postingan trendy yang up to date, sebisanya sesuai isu terkini juga bisa membuat blog itu tidak basi. Dan utamanya mau mendengarkan masukan dari pembaca dan bertanggung jawab bila ada kesalahan tulis yang dikoreksi oleh pembaca.

Pernah di saat dulu, aku menyematkan lagu "Tul Jaenak" di blogku sehingga saat seseorang membuka blogku mereka langsung bisa mendengarkan lagu itu. Beberapa bulan kemudian ada beberapa e-mail yang dilayangkan padaku, mereka mengatakan bahwa dengan adanya lagu itu mengganggu sekali konsentrasi mereka saat menikmati postingan-postinganku di blog. Setelah beberapa kali pertimbangan akhirnya kuputuskan untuk mengapus lagu tersebut. Toh tujuanku adalah bagaimana caranya orang mau ngubek-ngebek blogku, jadi kalau ada yang merasa terganggu, aku takut kalau mereka tak akan kembali lagi. Dan itu berarti menurunkan traffic blogku. Dan benar saja, setelah kuhapuskan lagu tersebut mereka berterimakasih padaku. Dan apalah kebahagiaan dari seorang blogger selain mendapatkan pembacanya merasa nyaman dan loyal padanya? Aku harap juga pembacaku bisa mengambil manfaat dari blogku, sukur-sukur blogku tersebut bisa menginspirasi.

Kembali lagi ke lay out. Aku mengakui bahwa sedikit banyak lay out blog berpengaruh pada orang yang sednag berkunjung namun bagiku ini bukan hal primer yang mempengaruhi seseorang untuk berkunjung kembali ke blog kita. Menurutku pembaca blog sekarang lebih mementingkan isi blog dari pada bungkus blog.

Lay out memang bisa menjadi salah satu ciri dari sebuah blog, namun sebuah blog yang berkarakter dan berciri juga bisa dilihat dari gaya kepenulisan di blog tersebut. Dan inilah sebenarnya ruh dari sebuah blog. Yang membuat blog bernyawa, hidup ya ruh itu.

Jadi mengapa harus tergesa-gesa untuk membuat blog? Membuat blog itu tidak bisa secara dadakan, sekali jadi langsung bagus, apalagi bagi blogger pemula. Butuh kesabaran dan ketelatenan juga kekreatifitasan. Selangkah demi selangkah, enggak usah ngaya lah. Lama kelamaan juga bisa. Lama kelamaan juga akan terbentuk ciri khas blog tersebut. Ya nulis saja dulu, sambil belajar pelan-pelan. Pengalaman, kesalahan, kritik dan saran dari para pengunjung akan membuat matang kemampuan seorang blogger.

Semoga saja blogger-blogger pemula di Hong Kong akan berkembang dan menyadari sepenuhnya hakekat ngeblog, indahnya berbagi dan menginformasi, dan menyemangati satu sama lain. Aamiin.


________________________________________

**foto diambil dari sini



5 komentar :

  1. setuju, belajar konsisten menulis itu saja dulu. soal yg lainnya bisa dikerjakan menyusul.
    karena yg utama dari sebuah blog dari isinya kan? sebuah blog yang cantik dan ringan ketika diakses, tapi isinya gak ada alias jarang ada tulisan yang tayang, malah mubazir toh :)

    BalasHapus
  2. blogku malah nggak ono tul jaenale hahaha super simple

    BalasHapus
  3. Bagi saya, membuat blog adalah sarana untuk mendokumenkan uneg-uneg yang saya tulis baik fiksi maupun kejadian yang saya alami sehari-hari.

    Tak terpengaruh bahwa blog kita akan banyak pengunjung atau tidak, yang penting tulisan sudah terkumpul dalam sebuah blog. Meskipun nggak terpunkiri betapa bahagianya bagi seorang bloger kalau ada pengunjung yang memberikan apresiasinya pada blog yang dibuat.

    Untuk tampilan, bagi saya lebih suka yang nyaman di mata/pada saat pembaca menikmati tulisan, seperti kata Mbak Rie di atas ada pembaca yang nggak nyaman saat Mbak memasang musik.

    Happy bloging.

    BalasHapus
  4. Saya belajar ngeblog, Pertama kali posting kok postingan saya hilang g tau posting dimana hehehehe,,mohon bantuanya kk Rie,, bgmn caranya posting berita atau tulisan Thanks before

    BalasHapus
  5. thankz buat mbak rie blora yang berkenan datang ke campus kami.... di tunggu sharing nya lagi

    BalasHapus

Matur suwun wis gelem melu umuk...