Cabut Gigi di Hong Kong

Ini adalah cerita seorang kawanku, blogger kawak yang kini lupa password & e-mail untuk masuk ke blognya. 

Aku memanggilnya Camat, nama aslinya sih kalau nggak salah adalah Hariyati. 44 tahun, ibu dari dua orang anak dan simbah dari si gendut Iqbal.

Malam itu kami sedang tapino di Maxim Wanchai. Tapino adalah makan dengan mencelupkan/merebus segala sayur, daging, ikan, jamur, udang, tahu dan sebagainya ke dalam sup yang mendidih. Setelah matang, sayur atau daging tersebut lalu dimakan dengan berbagai pilihan saos.

"Untuku itu krowak lha kalau musim dingin khan sengkrang-sengkrang. Lha daripada gitu khan mending dicabut sekalian," katanya mengawali kisah untu-nya.

"Ada banyak teman, rencananya aku, Dwik (mbak Wik), Neni sama siapa aku lupa, Wiji! Anak empat mau nyopotin gigi semua," katanya.

Sampai di sini aku masih belum ngerti. Apakah mereka akan nyopotin gigi di Indonesia ataukah di Hong Kong.

"Jadi semua cuti bareng gitu? Di Indonesia?" tanyaku.

"Enggak, ya ndek kene. Ya di sini. Jadi ada dokter gigi Indonesia di Hong Kong, murah, sebelah mana aku lupa wong wis suwe kok," katanya.


Cerita mengalir hingga membuatku tertawa dari awal hingga akhir cerita. Aku tahu itu semua cerita yang sesungguhnya, adik Camat, mbak Dwi juga sedang makan malam bersama kami dan membenarkan adanya cerita konyol tersebut.

"Jadi aku disuruh duluan buat percobaan. Trus aku diimpus, satu kali. Trus dokternya tanya: masih sakit?"

"Masih," jawabku. Trus diimpus lagi. masih sakit lagi. Trus diimpus itu ada kalo enam kali baru enggak terasa," kata Camat.

"Jadi itu di klinik?" tanyaku.

"Ndek omah," jawab mbak Dwi.

"Jadi mbak Wik tahu itu, pas Camat dieksekusi itu?" tanyaku.

"Ya weruh, tahu! Wong aku ndek kono lho," jawab mbak Dwi.

"Kursinya tuh tua reyot. Jadi pas eksekusi itu kursinya bunyi kreyot-kreyoet gitu. Camat kayak diperkosa," kata mbak Dwi sambil terkekeh.

"Wong ndek ndandani untu itu lho di rumah, asistennya ya istrinya," jelas mbak Dwi.

"Oh...kirain di klinik," kataku.

"Emhai a, bukan! Ya ndek omah.

Aku tertawa.

"Udah itu semua peralatan dikeluarkan. Trus dia ambil tang," lanjut Camat.

"Tang? Beneran?" tanyaku.

"Iya. Trus dicabutnya gigiku. Lha kok gak copot. Udah habis itu gantian sama istrinya," kata Camat dengan mempraktekkan tangannya pura-pura memegang tang.

"Itu dokter Cina Indonesia gitu ya?" tanyaku.

"Itu Cina Indonesia yang di sini. Tukang gigi eh ahli gigi itu lho," kata Camat.

"Oalah...," aku baru paham.

"Trus sama tang itu dicabut tapi gak kuat, enggak copot. Gantian sama istrinya. Trus untuku dipasah sampai darahnya berceceran,"

"Tapi enggak sakit khan?" tanyaku.

"Ora. Wong disuntiknya aja enam kali kok," jawab Camat.

"Wakakakak...."

"Akhirnya diambilin "pethil" trus untuku dipatok. Thok Thok Thokk!! Tapi enggak terasa Rie," kata Camat.

"Kata doktere: ini gigi kalau diambil sekali enggak bisa, jadi giginya harus dipecah. Trus gigiku dipethil (dipalu). thok thokk thok!!! Darah dleweran. Tapi gak krasa Rie, gak terasa sakit," kata Camat.

"Wakakakakakkk..."

"Temen-teman tanya: Sakit nggak Mat? Sakit nggak Mat?
Enggakk!" jawabku.

"Wakakakakk...."

"Trus berhasil enggak Mat?" tanyaku.

"Berhasil tapi walhasil temen-temen yang lain enggak jadi cabut gigi karena ngeri melihatku," jawabnya.

"Wakakakakk...."

"Iya Lepas itu dia (camat) nyuruh aku (mbak Wik): "Gakpopo Wik. Mari ngene kowe Wik, enggak sakit kok."
Tapi air matanya netes tes tes dleweran," kata mbak Dwik.

"Melihat wajahnya abang ireng, air matanya netes tes tes, melas," tambah mbak Wik.

"Wakakakk...."


Mencoba menuliskan cerita "untu" tapi ternyata kurang nendang, wkwkwk...lebih ngakak bila denger rekamannya dengan cara Camat bercerita yang ekspresif banget.
Berikut adalah rekaman video yang aku unggah di youtube. Namun karena video ini aku ambil dengan curi-curi (pura-pura memegangi HP), jadi maaf kalau kualitas videonya amburadul sekali. Silakan melihat dan dijamin pasti ngakak!!



12 komentar :

  1. jegkgkgkgkkgkg..... bruk!!!!!!!!! auch....:)

    BalasHapus
  2. haahahaha...lucu juga mbaknya cerita tuh.
    temenya yg satu asik make up,yg satunya lagi makan terus.
    sayang lineku sendat2 jadi lama nunggu endingnya :D

    BalasHapus
  3. yang lain langsung ketakutan ya.. wkwkk,
    Alhamdulillah sudah lepas giginya mbak Camat. :)

    BalasHapus
  4. nice day :)
    hargailah hari kemaren,
    mimpikanlah hari esok,
    tetapi hiduplah untuk hari ini.
    bagi-bagi motivasinya yaah...

    http://wisataoutboundmalang.com/

    http://www.nolimitadventure.com/

    BalasHapus
  5. ngakak baca cerita nya, masak cabut gigi mesti di ancurin hahahaha

    BalasHapus
  6. Kalau cabut gigi di hongkong kocak2 kali ya dokter nya wkwkw, di indo mah serius2 bawaan nya brr...

    BalasHapus
  7. @rima, hana, hussstttt....wkwkwk...
    @reo adam, lha lha lha...dicoba lagi, lebih lucu ceritanya daripada tulisannya, hehe...

    BalasHapus
  8. @LJ, dia punya banyak cerita tentang untu yang konyol-konyol, wwkwkwk...
    @syaifudin, makasih
    @cumi, lebih ngakak ngelihat videonya, wkwk..
    @Frenky, itu ahli gigi, bukan dokter gigi. Kalau dokter giginya mah ya serius mode on gitu. hehe...

    BalasHapus
  9. Hahahaha aku ngakak banget nih mbak, untung ngerti bahasa Jawa "thok.. thok.. thok.. omah reyot ngono"

    BalasHapus
  10. kalo pasang daerah mana mbk.....boleh kasih almtnya

    BalasHapus
  11. Kalau sakit gigi dan obatnya or cabut gigi gratis tahu, di Kenedy twon mtr exit B,sebelah kiri ada gedung, naik ke lantai 10 or tanya satpap, kalau krg jelas cari ktr pos kenedy twon(senin dan jumat)

    BalasHapus

Matur suwun wis gelem melu umuk...