Galau?

huuhuuhuuuu...

Blaka Suta

Jam 7 isuk HP-ku muni. Tuttt, alarm. Mataku isih kriyip-kriyip. Iler nglumpuk dadi siji nandingi bengawan Solo sing badhege kaya kali Ciliwung. Jan-jane mana aku wegah tangi, lha wong isih kepenak-kepenake ngimpi. Jan-jane mana kepingin ngrampungke ngimpi sing ketugel. Apa maneh adheme kaya bar diinggati kucing, 12 drajat. Ning kepeksa mak jranthal mbuwang slimut tuli mudhun petaranganku merga kelingan yen entuk dhawuh seka kanjeng bendara nyonyah...

Cerpen Anak-Kecoak Pindah Rumah

Masih terpengaruh sama kecoak di postingan yang lalu hingga membuat cerita anak dengan memasukkan kecoak di dalamnya, haha... Awalnya sih karena diikutkan dalam lomba menulis anak tapi ternyata ditolak oleh jurinya alias tidak lolos dalam seleksi dengan alasan seperti ini: "ceritanya bagus, tapi sudah ada yang bikin cerita yang nyaris seperti ini.dan ada tiga majalah yang memuatnya. coba bikin yang lain" Wola...jurinya sopan banget ya. Biasanya boro-boro memberi masukan, mengirim e-mail balasan aja kagak. Hehe..maaf..maaf...saya mah lagi terkontaminasi...

Jamu Kecoak

"Satu...dua...empat...sepuluh...dua puluh...dua puluh dua...," Hitunganku berhenti pada angka dua puluh delapan. Busyeettt...! Kumasukkan ke-dua puluh delapan kerangka kecoak bersama beberapa daun, rempah, akar, batang, remahan kulit kerang dan entah apa lagike dalam panci. Kutambah delapan mangkok kecil air kemudian kunyalakan api. Satu jam ke depan jamu kecoak ini akan siap untuk diminum. Jamu kecoak ini untuk nyonyah bos. Dia menyerahkannya...

Melajang

Adakah yang bisa membaca aksara Jawa itu? Batasan usia untuk menikah bagi wanita kini semakin bergeser. Entah karena belum siap lahir dan batin atau karena masih menyukai kebebasan sendiri, keduanya adalah kemungkinan yang menjadikan wanita menunda melengkungnya janur kuning. Di Asia, wanita melajang dianggap tabu. Herannya seringkali ketakutan untuk masih melajang ini dimiliki oleh orang-orang tua. Rasa takut lebih akut di Asia. Wanita lajang...

Banyak Kutu Buku di Hong Kong

Minggu selalu membawa keasyikan tersendiri bagi kawanku Ita. pemilik perpustakaan lesehan Pandu ini selalu menyambut Minggu dengan senyum manis dan hati yang kalau tidak berbunga-bunga ya berkembang-kembang.  Dengan menyeret BMW item totol-totol putih ke pinggiran Victoria Park, wanita asal Purwodadi ini kemudian berhenti persis di depan eskalator yang menghubungkan Victoria Park dengan Hong Kong Public Library di daerah Causeway Bay....

Cinta Memanggilku Kembali

brosur lomba puisi berantai Dompet Dhuafa-Hong Kong "Cinta Memanggilku Kembali" Itu judul puisi yang kami (dari organisasi seni Sekar Bumi) ikutkan dalam "Lomba Puisi Berantai" yang diadakan oleh Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK) pada 11 November 2012 lalu di The Leader Dance, Sheung Wan. Membuat puisi adalah hal tersulit yang bisa aku lakukan. Sehingga lahirnya puisi ini juga enggak jauh dari "maksa bin ngeden". Deny memberikan idenya kemudian...

Banjir di MTR Hong Kong

banjir manusia di dalam MTR station Mongkok Mass Transit Railway (MTR) atau kereta cepat bawah tanah stasiun Mongkok mempunyai peraturan tak tertulis: "No Slippers Allowed" dan aku selalu melanggarnya. Memakai sandal jepit bagiku hukumnya sewajib memakai celana dalam, fardhu ain. Namun kadang hal wajib yang menjadi kegemaran serta ciri khas penampilanku tersebut menimbulkan petaka yang teramat sangat, utamanya ketika aku dihadapkan pada sebuah...

Pembantu di Hong Kong (Bagian 1)

Leslei Cheung Di tengah konser akbar yang digelarnya, Leslie Cheung, salah satu aktor dan penyanyi kondang Hong Kong menyempatkan waktu untuk memberi ucapan cinta dan terimakasih kepada Luk Che, seorang pembantu yang mengasuhnya sejak kecil. Leslie sadar benar betapa pentingnya peran Luk Che dalam kehidupannya. Cinta dan hormatnya kepada Luk Che tak hanya cukup diucapkan kepada Luk Che tapi juga kepada ribuan penggemarnya di seluruh dunia. Apa...